Tim ekonomi juga diperkuat dengan penambahan seorang wakil menteri koordinator bidang perekonomian serta dua wakil menteri keuangan.
Dari sisi pasar, Rully menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,02 persen ke level 6.009,5 pada perdagangan Kamis (1/10) pekan lalu tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan reshuffle.
Tekanan terhadap pasar saham sudah muncul akibat pelemahan rupiah, tingginya imbal hasil US Treasury, serta aksi jual investor asing.
Namun, frekuensi dan besarnya perubahan kelembagaan dalam beberapa waktu terakhir berpotensi membuat premi ketidakpastian kebijakan tetap tinggi.
Investor, menurut Rully, masih membutuhkan waktu untuk memahami mandat dan prioritas dari struktur pemerintahan yang baru, terutama terkait arah kebijakan hilirisasi dan energi.