EPA meningkatkannya menjadi 5,4 miliar galon untuk 2026 dan 5,7 miliar galon untuk 2027, naik tajam dari 3,35 miliar galon pada 2025.
Di Uni Eropa, blok tersebut mungkin akan segera mewajibkan anggotanya untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati.
Brasil bergerak lebih cepat. Pada Juli, Dewan Kebijakan Energi Nasional (CNPE) untuk sementara menaikkan kandungan etanol wajib dalam bensin menjadi 32 persen dari 30 persen. Hukum Brasil mengizinkan pemerintah untuk menaikkan mandat etanol hingga 35 persen.
Brasil merupakan produsen biofuel terbesar kedua di dunia setelah AS, dan bersama-sama kedua negara tersebut memasok sekitar 80 persen etanol bahan bakar di dunia.
Skenario serupa terjadi di Indonesia, di mana pemerintah meluncurkan program biosolar B50 pada Juli 2026 untuk mendukung kemandirian energi.