Dia melanjutkan, pada 2025 lalu keuntungan BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen dibandingkan 2024. Pada periode yang sama, dividen BUMN yang disetorkan kepada negara mencapai Rp142,3 triliun, meningkat 67 persen dari 2024.
Namun, ukuran yang lebih tepat untuk melihat kontribusi dividen BUMN adalah dengan memperhitungkan Penanaman Modal Negara (PMN) yang diberikan pemerintah melalui APBN pada tahun yang sama.
"Pada 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun," ujarnya.
Sementara itu, dividen BUMN setelah dikurangi PMN mencapai Rp138 triliun atau meningkat 160 persen dibandingkan 2024. Prabowo kemudian membandingkan proyeksi 2026 dengan capaian tersebut.
Dengan proyeksi dividen Rp200 triliun dan tanpa PMN, kontribusi bersih BUMN kepada negara dinilai akan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan posisi 2024.
"Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun Rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar," kata Prabowo.