Sementara itu, untuk komoditas teh, akan tampil empat peserta. Keempatnya, yaitu PT Havelindo Vita Lestari, PT Bukit Sari, PT Arafa Arinaya Asia, dan PT Induk Prima Makmur. Menurut Puntodewi, teh Indonesia berpeluang untuk dikembangkan.
Khususnya di segmen teh hijau dan teh specialty yang permintaan globalnya sedang tumbuh. Ia berharap, kehadiran pelaku usaha teh di Zona KoTeKa dapat mempertemukan produk Indonesia dengan buyer yang mencari produk teh.
Selanjutnya, Paviliun Kakao menampilkan produk kakao dari hulu hingga hilir, termasuk cokelat artisan. Hadir enam eksibitor, yaitu PT Morinuka Alam Nusantara, PT Nutri Choco Nusantara, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, PT nDalem Value Creation Indonesia, CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia, serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Tidak hanya menampilkan beragam produk, zona khusus ini juga akan menghadirkan berbagai kegiatan untuk memperkuat interaksi antara pelaku usaha dan buyer. Salah satunya adalah Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-18 yang akan berlangsung pada 14–15 Oktober 2026.
Selain itu, akan digelar seminar dan lokakarya yang membahas perkembangan serta peluang bisnis kopi, teh, dan kakao Indonesia.