Selain nilai ekonomi yang tumbuh, program bioethanol juga akan memberikan dampak positif kepada lingkungan. Ghani menyebut, pemanfaatan bahan baku bioethanol akan mendukung berkembangnya energi terbarukan, mendorong ekonomi sirkuler, mengurangi emisi dan pertanian berkelanjutan.
Dia menambahkan, potensi kebutuhan bioethanol nasional didasari pada kebutuhan bensin nasional yang mencapai 37,6 juta KL per tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 persen pasokan bensin berasal dari impor.
Sehingga, dengan pengembangan program pencampuran bioethanol 20 persen (E20), maka terdapat kebutuhan 7,5 juta KL bioethanol per tahun.
“Kami di Agrinas Palma Nusantara menargetkan pengembangan 1 juta lahan produksi feedstock yang diproyeksi mengjasilkan 5 juta KL bioethanol per tahun,” kata Ghani.