IDXChannel - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menilai sektor kesehatan menjadi salah satu yang memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi hingga terciptanya lapangan kerja.
Budi mengatakan, sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui investasi dan kerja sama internasional dengan nilai belanja kesehatan mencapai sekitar USD40 miliar per tahun. Bahkan, sektor kesehatan berpotensi mengalami pertumbuhan termasuk penciptaan lapangan kerja hingga 8 persen.
“Di sektor kesehatan itu opportunity-nya besar sekali. Itu salah satu sektor yang sebenarnya menjanjikan, bisa tumbuh di atas 8 persen, dan juga lapangan kerjanya bisa tumbuh di atas 8 persen. Oleh karena itu, kita bicara mengenai kesempatan investasi atau kerja sama dengan luar negeri,” ujar Budi dalam KADIN Monthly Economic Diplomatic Breakfast (K-MEd), dikutip Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, peluang ekonomi itu bisa dilakukan dengan peningkatan belanja kesehatan hingga mendekati tingkat negara lain. Jika Indonesia mencapai tingkat belanja kesehatan seperti Malaysia, terdapat potensi tambahan belanja sekitar USD84 miliar. Sementara itu, jika mencapai tingkat Singapura, potensinya dapat mencapai sekitar USD840 miliar per tahun.
“Ini adalah peluang. Jadi, sektor kesehatan sebenarnya bukan biaya, melainkan investasi,” ucap dia.
Maka dari itu, pemerintah mendorong pertumbuhan sektor kesehatan melalui investasi dan pengembangan industri kesehatan di dalam negeri dan tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah. Penguatan ini dinilai penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dari sektor ini dapat lebih banyak dirasakan di Indonesia.
Selain itu, Budi juga menegaskan terkait pentingnya memperkuat representasi negara-negara Global South dalam organisasi internasional. Ia menilai, negara-negara Global South mencakup lebih dari 60 persen populasi dunia, namun belum memiliki representasi yang signifikan dalam berbagai organisasi internasional.
“Saya memang diminta oleh Bapak Presiden untuk maju mewakili Global South countries. Karena Global South countries ini lebih dari 60 persen populasi dunia adanya di Global South. Tetapi suara dan representasi kita di organisasi-organisasi internasional itu belum signifikan. Itu sebabnya saya maju sebagai wakil dari Global South countries untuk membawa suara Global South ini di tatanan internasional,” tutur Budi.
Ia menambahkan, pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi krisis kesehatan. Tidak ada negara yang dapat mengatasi krisis secara mandiri tanpa dukungan dan kolaborasi dengan negara lain.
“Pengalaman kita waktu pandemi, tidak mungkin ada satu negara yang bisa selamat sendiri. Karena secara global, delapan miliar orang ini sudah saling terhubung. Itu sebabnya kita harus merangkul semua menjadi satu,” ujar dia.