Selain itu, ekosistem didukung oleh lebih dari 74 ribu tenaga pemasar, terdiri atas Mantri BRI, penasihat keuangan Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM yang berperan aktif memberikan pendampingan serta edukasi keuangan di tingkat komunitas.
Hery menekankan bahwa dampak nyata Holding UMi terletak pada peningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat penerima pembiayaan.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan," katanya.
"Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” lanjut Hery.
Memasuki fase transformasi berikutnya, Holding UMi juga terus memperluas akses literasi dan inklusi keuangan melalui ekosistem emas Pegadaian.
Hingga Agustus 2026, akumulasi ekosistem emas dalam Holding UMi telah menembus sekitar 153 ton yang mencakup layanan gadai emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, hingga layanan bullion services.
Hery menyimpulkan bahwa capaian lima tahun pertama menjadi pijakan dasar bagi penyempurnaan integrasi BRI Group dalam memajukan ekonomi kerakyatan secara inklusif.
“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan," katanya.
"Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” kata Hery.
(Nur Ichsan Yuniarto)