IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemetaan talenta dan jenis pekerjaan menjadi salah satu kunci untuk menghadapi perubahan industri dan perkembangan teknologi di masa depan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Kamdani mengatakan, pemetaan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pekerjaan seiring berkembangnya industri, termasuk digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan ekonomi hijau.
"Jadi tentunya di bawah koordinasi ini ada beberapa bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan, bidang pengembangan profesi, bidang vokasi, kemudian pendidikan, kesehatan, kita juga ada industri budaya, industri berkelanjutan. Jadi memang ini adalah sangat penting untuk kita bisa membahas program kerja juga untuk tahun mendatang," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Kadin Indonesia Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dia menerangkan, Kadin juga perlu memetakan talenta serta jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan industri ke depan.
"Nah, sesuai dengan tema besar daripada Kadin Indonesia tahun ini adalah bagaimana fokus di ekonomi kekayaan dan khususnya untuk pelanggan bisa naik kelas. Nah, kami merasa sangat penting bahwa kita juga bisa pertama memetakan talenta dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk bisa mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan apa ke depan," kata dia.
Menurut Shinta, perkembangan digitalisasi, AI, dan ekonomi hijau menjadi sejumlah faktor yang membuat pemetaan talenta semakin penting. Kadin juga melihat perlunya penyesuaian dari sisi ketenagakerjaan, regulasi, serta ekosistem yang mendukung perubahan tersebut.
"Nah, di sini tentunya program seperti digitalisasi, seperti AI, kita sudah tahu. Kemudian ekonomi hijau, ini juga banyak sekali daripada industri yang saat ini sering difokuskan juga oleh pemerintah. Jadi pertama pemetaan ini sangat penting," ujarnya.
Selain pemetaan talenta, Shinta menyampaikan, Kadin juga menyoroti keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pekerjaan. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi dengan memperhatikan perkembangan teknologi.
Shinta menambahkan, sektor kesehatan juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia. Kadin sebelumnya telah menyiapkan white paper mengenai investasi kesehatan yang turut memperhatikan kebutuhan sumber daya manusia di sektor tersebut.
"Karena kesehatan ini adalah juga bagian yang sangat penting. Kita baru juga menyiapkan white paper mengenai investasi kesehatan, tapi juga memperhatikan sumber daya dan memilih yang dibutuhkan untuk kesehatan," ujar Shinta.
Sementara itu, pilar lainnya mencakup industri berkehidupan dan budaya serta adopsi teknologi yang dinilai menjadi bagian dari kebutuhan masa depan.
"Dan yang keempat adalah pilar khususnya untuk industri berkehidupan dan budaya, dan adopsi dari pandangan teknologi yang merupakan juga masa depan," ujar dia.
Shinta mengatakan pembahasan dalam rakornas tersebut diharapkan menghasilkan program yang konkret dan jelas sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi pengembangan teknologi dan kebijakan pemerintah.
(Dhera Arizona)