IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak negara-negara untuk mengurangi pengeluaran pemerintah, memangkas defisit, dan menurunkan tingkat utang.
Dilansir dari CNA pada Rabu (14/10/2026), IMF memperingatkan bahwa penundaan hanya akan memperbesar masalah di masa mendatang.
Menurut Kepala Departemen Urusan Fiskal IMF Rodrigo Valdes, kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah menambah tekanan fiskal pada saat tingkat utang publik global mencetak rekor.
Tingkat utang publik global diperkirakan mencapai 100 persen dari produk domestik bruto (PDB), tertinggi sejak Perang Dunia Kedua.
"Semakin lama negara-negara menunggu, semakin menyakitkan penyesuaiannya," kata IMF dalam sebuah blog yang dirilis pada Rabu.
"Menunda penyesuaian akan menyebabkan peningkatan beban bunga dan kerentanan fiskal, yang selanjutnya mempersempit pilihan kebijakan," katanya.
Harga minyak yang tinggi, inflasi yang membandel, dan investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) telah mendorong peningkatan tajam dalam imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang dalam beberapa bulan terakhir.
"Rata-rata imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun G7 naik lebih dari 110 basis poin antara Februari dan September, mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade," kata IMF. (Wahyu Dwi Anggoro)