Yunani dan sejumlah negara Eropa lainnya mengalami krisis utang pada dekade 2010-an, memicu pemberian dana talangan dan langkah penghematan besar-besaran.
Prancis mengumumkan rancangan anggaran 2027 pada Kamis lalu, menarik perhatian investor pada konfisi utang negara, yang diperkirakan meningkat ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 119 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.
Prancis juga mengatakan pihaknya berencana untuk menjual obligasi dalam jumlah rekor tahun depan, memicu kekhawatiran di kalangan investor obligasi bahwa kondisi fiskal menjadi tidak berkelanjutan.
Ketidakstabilan politik di Eropa juga berperan. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyerukan pemilihan umum sela pada November setelah protes baru-baru ini tentang keterjangkauan perumahan. Ketidakstabilan geopolitik juga dapat menjadi alasan bagi investor untuk menjual obligasi. (Wahyu Dwi Anggoro)