Salah satu penopangnya adalah industri sepeda motor. Sepanjang Januari–Agustus 2026, penjualan sepeda motor di pasar domestik mencapai 4,36 juta unit atau meningkat 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tidak hanya pasar domestik, kinerja ekspornya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Secara kumulatif, ekspor sepeda motor dalam bentuk CBU meningkat 18,19 persen, sedangkan ekspor komponen tumbuh 28,87 persen,” ujar Feby.
Feby menegaskan, momentum ekspansi KBLI 30 perlu terus dijaga karena ditopang oleh sejumlah industri strategis dengan karakteristik pasar yang berbeda. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menjaga kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta memastikan keberlanjutan permintaan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro, Yulia Astuti mengatakan, sejumlah subsektor industru agro masih berada pada fase ekspansi, sementara terdapat tiga kelompok industri yang mengalami kontraksi. Kondisi kontraksi tersebut antara lain dipengaruhi faktor cuaca dan dampak perubahan iklim global yang berlangsung hingga September 2026.
Di lain sektor, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Putu Nadi Astuti menyampaikan, lima subsektor IKFT yang mengalami fase ekspansi pada September 2026, yaitu industri tekstil, industri pakaian jadi, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri farmasi, obat kimia dan tradisional, serta industri barang galian bukan logam.
(NIA DEVIYANA)