IDXChannel - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani buka suara soal keterlambatan penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang baru-baru ini dikeluhkan para peternak.
Dia menjelaskan, kendala tersebut terjadi karena masalah distribusi, salah satunya penutupan sementara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat proses pengiriman dalam memenuhi kebutuhan peternak.
"Masalah keterlambatan dan sebagainya karena proses (pengiriman). Karena kemarin kita ketahui bersama Pelabuhan Ketapang sempat tertutup," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Rizal mengatakan, Bulog telah berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT ASDP Indonesia Ferry agar jalur distribusi kembali dibuka serta kapal pengangkut bahan pangan mendapat prioritas untuk bersandar di sejumlah pelabuhan.
Koordinasi tersebut mencakup sejumlah pelabuhan, mulai dari Ketapang, Tanjung Perak, Tanjung Emas, hingga Tanjung Priok.
"Kami sudah koordinasikan semua barang-barang yang berkaitan dengan bahan pangan nasional agar diprioritaskan. Dan hasil koordinasi ini disetujui dan didukung sepenuhnya oleh teman-teman Pelindo dan ASDP dan lain sebagainya," katanya.
Di sisi lain, Bulog juga mulai menggerakkan pasokan jagung dari sejumlah sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan peternak. Rizal menyebut jagung dari Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan telah dikirim ke sejumlah daerah.
Dia juga mengungkapkan, saat ini sekitar 15 ribu ton jagung telah tiba dan menjalani proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pasokan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
"Untuk yang bongkar di Tanjung Perak ini, ini juga nanti kami distribusikan ke Jawa seluruhnya. Jadi dibagi tiga, tiap provinsi dapat 5.000, 5.000, 5.000 untuk minggu ini saja," katanya.
Sementara itu, untuk wilayah Lampung, Rizal menyatakan, Bulog telah menyiapkan pasokan jagung lebih dari 5.000 ton sehingga tidak perlu lagi mendatangkan pasokan dari Jawa. Pengiriman jagung dari Gorontalo ke sejumlah daerah lain juga masih berlangsung.
"Jadi teman-teman pengusaha ataupun peternak ayam khususnya, tidak perlu bimbang dan ragu, intinya pemerintah akan selalu hadir untuk rakyat. Akan selalu hadir untuk rakyat dan memberikan yang terbaik," ujar Rizal.
(Dhera Arizona)