IDXChannel - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria melaporkan total keuntungan yang dibukukan oleh seluruh perusahaan BUMN sepanjang 2025 tembus Rp326 triliun. Potensi dividen yang dihasilkan bisa mencapai Rp200 triliun.
Dony mengatakan angka tersebut didapatkan dari hasil audit report Danantara Asset Management (DAM) yang terdiri dari 1.074 perusahaan BUMN baik holding, anak, hingga cucu perusahaan pada 2025.
Dony mengatakan proses konsolidasi membutuhkan waktu karena sebelumnya masing-masing BUMN memiliki laporan keuangan sendiri. Dalam konsolidasi tersebut, Danantara harus melakukan eliminasi transaksi antar kelompok usaha untuk menghindari terjadinya double counting.
"Kalau di Danantara, hasil audit laporan kita, laba kita kurang lebih Rp326 triliun. Laba kita yang sudah diaudit, saya bisa sampaikan karena memang itu angkanya," ujar Dony acara Investor Daily Summit 2026, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, dari laba tersebut, sebagian besar digunakan untuk melakukan koreksi terhadap pencatatan dalam laporan sebelumnya. Setelah proses tersebut, laba yang dibukukan berada di kisaran Rp276 triliun.
Dony menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil dari proses pembersihan dan konsolidasi laporan keuangan BUMN yang dilakukan Danantara. "Sebagian besar kita pakai untuk melakukan koreksi dalam buku sebelumnya, sehingga kita membukukan kurang lebih Rp276 triliun laba," katanya.
Lebih lanjut, Dony mengakui proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi membutuhkan waktu cukup panjang. Pasalnya, Danantara untuk pertama kalinya harus mengonsolidasikan laporan keuangan dari 1.074 perusahaan.
Dia optimistis proses penyusunan laporan keuangan akan lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini karena Danantara telah memiliki model konsolidasi serta pemetaan chart of account dari masing-masing perusahaan.
"Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan tidak akan lama lagi karena kita sudah punya modeling-nya. Chart of account-nya berbeda-beda, kemudian berbagai macam transaksi harus kita sisir satu per satu," tuturnya.
Dony menegaskan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya Danantara untuk memastikan pengelolaan BUMN dilakukan secara lebih transparan dan mencerminkan nilai serta kinerja perusahaan yang sebenarnya. (Febrina Ratna Iskana)