"Selama ini kebanyakan port kita dioperasikan oleh perusahaan pihak ketiga. Mereka lebih banyak sebagai landlord. Kami meminta kepada mereka untuk merubah bisnis modelnya. Kita menjadi operator port-nya, pelabuhannya," tutur dia.
Dony bahkan membuka peluang agar transformasi tersebut tidak hanya membuat Pelindo menjadi operator di dalam negeri. Dalam jangka panjang, Pelindo diharapkan memiliki kemampuan untuk mengoperasikan pelabuhan di luar negeri.
"Harapannya tidak hanya lokal saja. Bahkan kalau bisa kita yang meng-operate port-nya orang di luar negeri. Ini yang kita rubah bisnis modelnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga mengungkapkan bahwa proses konsolidasi Pelindo masih terus berjalan. Dari total entitas yang sebelumnya berjumlah 41, jumlah tersebut telah menjadi 24 entitas. Namun, Danantara masih melakukan kajian terhadap sejumlah entitas karena terdapat beberapa model bisnis yang perlu ditinjau kembali.
"Menjadi 24. Tapi kami masih meminta untuk lebih sedikit lagi karena beberapa bisnis modelnya akan kita review juga," kata Dony.