IDXChannel - PT Danantara Investment Management (DIM), perusahaan investasi Danantara Indonesia mencatatkan kinerja positif pada empat bulan pertama 2026. Perusahaan milik negara tersebut mencatat laba periode berjalan sebesar Rp705,73 miliar.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Singapura menyusul penerbitan obligasi yang dikutip pada Selasa (3/11/2026), DIM mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun. Pendapatan DIM seluruhnya berasal dari pendapatan bunga atas investasi pada deposito.
Sementara beban operasional di kuartal I-2026 mencapai Rp330,55 miliar dan beban keuangan Rp1 triliun. Beban operasional terkait dengan biaya karyawan Rp146,46 miliar dan biaya jasa tenaga ahli Rp137,54 miliar. Adapun beban keuangan terkait dengan penerbitan Patriot Bonds.
Dari sisi non-operasional, DIM juga mencatatkan keuntungan atas selisih kurs senilai Rp306,02 miliar plus amortisasi atas keuntungan yang ditangguhkan terkait dengan penerbitan Patriot Bonds sebesar Rp644,23 miliar.
Dari sisi arus kas, DIM mencatat arus dari aktivitas operasional negatif sebesar Rp15,89 triliun. Kondisi ini terjadi lantaran DIM menempatkan investasi pada obligasi Rp12,30 triliun serta investasi pada subholding Rp4,81 triliun.
Pada periode tersebut, DIM juga menerbitkan surat utang jangka panjang Patriot Bonds dengan emisi Rp7 triliun. Dengan begitu, terdapat penurunan kas dan setara kas sekitar Rp6,89 triliun.
Penerbitan Patriot Bonds tersebut dilakukan pada Maret 2026 dengan dua seri untuk tenor 5 tahun dan 7 tahun. Pembayaran kupon dilakukan setiap tahun dengan imbal hasil 2 persen per tahun.
Laporan keuangan disampaikan DIM terkait dengan penerbitan Patriot Bonds di Singapura. Laporan keuangan juga telah diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja yang menjadi mitra Ernst & Young (EY).
DIM merupakan perusahaan yang secara beroperasi ssecara komersial pada akhir Oktober 2025. Pembentukan DIM didasarkan pada UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN.
Kegiatan DIM masih dalam tahap pengembangan awal, termasuk perekrutan karyawan kunci dan persiapan infrastruktur organisasi. Hingga 30 April 2026, jumlah pegawai DIM mencapai 118 orang.
(Rahmat Fiansyah)