Di bidang ekonomi, pembahasan BRICS mencakup penguatan kerja sama keuangan, pengembangan mekanisme Local Currency Settlement (LCS), pembangunan rantai pasok global yang tangguh, hingga penguatan sistem perdagangan terbuka berbasis aturan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sesi khusus tertutup bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun ketahanan kolektif di tingkat global, yang dimulai dari ketahanan nasional dan diperkuat melalui kerja sama regional. Dia menggarisbawahi posisi BRICS sebagai kekuatan besar yang mewakili lanskap ekonomi serta demografi dunia saat ini.
“BRICS mewakili setengah umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian dan perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar dan para produsen energi utama di dunia. Hal ini menciptakan kekuatan kolektif yang sangat besar," katanya.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga membawa pengalaman ASEAN sebagai contoh nyata bagaimana sinergi kawasan mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika geopolitik. Dua juga mendesak perlunya reformasi mendasar pada berbagai lembaga multilateral, seperti PBB, WTO, dan lembaga keuangan internasional agar lebih responsif serta adil mewakili kepentingan negara-negara berkembang.
(Rahmat Fiansyah)