sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bandingkan dengan Malaysia, Wamenperin Nilai Hilirisasi Industri Sawit RI Mandek

Economics editor Rohman Wibowo
13/10/2026 22:00 WIB
Kemenperin menyoroti laju hilirisasi industri kelapa sawit nasional yang dinilai mandek, terutama dalam penciptaan produk turunan bernilai tambah tinggi.
Bandingkan dengan Malaysia, Wamenperin Nilai Hilirisasi Industri Sawit RI Mandek. (Foto: iNews Media Group)
Bandingkan dengan Malaysia, Wamenperin Nilai Hilirisasi Industri Sawit RI Mandek. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti laju hilirisasi industri kelapa sawit nasional yang dinilai mandek, terutama dalam penciptaan produk turunan bernilai tambah tinggi di luar sektor bahan bakar nabati.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menilai ketertinggalan struktur hilirisasi domestik terlihat nyata saat disandingkan dengan efisiensi industri di negara produsen pesaing.

"Hilirisasi sawit ini kelihatannya agak mandek, padahal produktivitas Malaysia jauh lebih efisien dan tinggi dibandingkan kita yang berstatus produsen nomor satu di dunia," ujar Faisol saat ditemui di acara Rapat Koordinasi Nasional Kadin, di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sorotan pemerintah tersebut sejalan dengan dinamika industri sawit nasional dalam empat tahun terakhir. Mengacu pada data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) nasional cenderung stagnan di rentang 50 juta hingga 54 juta ton per tahun sepanjang periode 2022-2025. 

Di sisi lain, volume ekspor produk olahan mentah menghadapi tekanan regulasi deforestasi global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta hambatan teknis pengapalan produk bioenergi dan bioetanol ke pasar mancanegara, kendati upaya promosi dagang terus digulirkan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement