Observasi langsung di bandara juga dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli dari pengendalian lalu lintas udara, operasi bandara, maskapai, ground handling, serta perencanaan bandara. Hasil observasi dan model yang telah divalidasi menggunakan data operasional AirNav kemudian menjadi dasar penyusunan sejumlah alternatif.
Alternatif yang dikaji meliputi tata letak, prosedur pergerakan di darat, penggunaan taxiway dan area parkir pesawat, hingga pengurutan pergerakan dan koordinasi. Boeing diperkirakan memodelkan hingga tiga skenario, termasuk dengan menggunakan jadwal tambahan yang menggambarkan proyeksi pertumbuhan trafik.
Sementara itu, Indra mengatakan kerja sama tersebut menggabungkan keahlian Boeing dalam kinerja pesawat dan manajemen lalu lintas udara dengan pengalaman operasional AirNav Indonesia. Hasil kajian diharapkan menghasilkan solusi berbasis data untuk memperlancar arus lalu lintas dan mendukung penerbangan yang aman, efisien, serta berkelanjutan di Bali.
“Kami memandang Indonesia sebagai salah satu pasar penerbangan terbesar di Asia dan berkomitmen terhadap kemitraan kami dengan AirNav Indonesia serta industri penerbangan sipil nasional,” tutur Indra.
Reporter: Kidung Dhia Fardheena
Editor: Febrina Ratna Iskana