"Pembiayaan multifinance kepada UMKM mencapai Rp157,37 triliun yang didominasi kebutuhan investasi pengembangan usaha sebesar Rp83,55 triliun atau 53,09 persen, sementara pembiayaan modal kerja tumbuh 5,40 persen menjadi Rp54,38 triliun dan kami perkirakan masih menjadi penopang pertumbuhan ke depan," kata Agusman.
Di sisi lain, lini bisnis pembiayaan kendaraan bermotor tetap menjadi jangkar utama bisnis multifinance nasional. Pertumbuhan piutang pada segmen ini didorong oleh kuatnya jaringan penjualan serta pembiayaan yang terintegrasi dengan ekosistem otomotif.
Kontribusi lini pembiayaan kendaraan bermotor melalui perusahaan yang terafiliasi dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) tercatat bergerak stabil. Kinerja operasional yang terjaga solid ini sekaligus mengerek profitabilitas industri secara signifikan hingga mencetak pertumbuhan laba bersih dua digit.
"Piutang pembiayaan perusahaan terafiliasi ATPM tumbuh 2,29 persen yoy menjadi Rp233,28 triliun atau menguasai 45,38 persen dari total piutang pembiayaan sejalan dengan portofolio kendaraan bermotor, menopang perolehan laba bersih industri yang melesat 19,04 persen menjadi Rp17,38 triliun dan diperkirakan tetap positif hingga akhir tahun," urai Agusman. (Febrina Ratna Iskana)