Selain mendorong ekspansi waralaba, Mendag Busan mengajak pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program fasilitasi ekspor dari Kemendag.
Salah satunya melalui penjajakan bisnis (business matching), yang memungkinkan pelaku usaha mempresentasikan produk kepada perwadag untuk dibantu menemukan calon pembeli di pasar internasional.
Sepanjang 2025, Kemendag menyelenggarakan 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 134,87 juta. Pada periode Januari-Agustus 2026, jumlahnya meningkat menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi mencapai USD 346,99 juta.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, keberhasilan industri waralaba tidak hanya diukur dari pertumbuhan jumlah merek atau gerai, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, dan memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok.
WALI, lanjutnya, siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk membangun ekosistem waralaba nasional yang sehat, profesional, transparan, dan berdaya saing.