IDXChannel - Visionary Capital Global Pte Ltd melakukan transaksi pembelian saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), menandai beralihnya pengendalian perusahaan itu dari PT Dinasti Kreatif Indonesia milik Maulana Hakim dan Najib Wahab Mauluddin.
Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), terdapat transaksi 20,3 juta saham TGUK sebesar Rp40,6 miliar di pasar negosiasi dengan kesepakatan harga Rp20 per saham. Adapun PT Ciptadana Sekuritas Asia menjadi pihak perantara pedagang efek dalam transaksi tersebut.
Visionary Capital yang merupakan entitas asing asal Singapura pun mengonfirmasi adanya transaksi tersebut. Aksi tersebut merupakan tindakan lanjutan dari rencana akuisisi oleh pengendali baru dengna porsi 56,84 persen.
"Tujuan transaksi yakni investasi langsung berdasarkan perjanjian jual beli saham bersyarat," kata Visionary Capital melalui keterbukaan informasi dikutip Minggu (4/10/2026).
Saham TGUK menguat 9,4 persen ke Rp116 pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Saham perusahaan yang sebelumnya dikenal menjual minuman itu saat ini diperdagangkan di papan pemantauan khusus.
Saham TGUK sempat disuspensi selama lebih dari satu tahun. Namun, kegiatan bisnis tetap berjalan, bahkan proses peralihan kepemilikan terjadi di lapangan melalui pergantian direksi dan komisaris serta ekspansi bisnis ke segmen daging beku.
Agus Suhada menjadi Direktur Utama TGUK, sedangkan Antonius Bobby Siswanto ditunjuk sebagai Komisaris Utama, yang dianggap representasi calon pengendali baru. Perluasan usaha ke sektor daging beku juga memperkuat proses peralihan tersebut.
Direktur Utama TGUK, Agus Suhada sebelumnya menyebut, perubahan pengendali menjadi bagian dari agenda perseroan. Secara paralel, Visionary Capital juga menyiapkan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO).
"Kelanjutan proses Mandatory Tender Offer merupakan bagian penting dari rangkaian proses pengambilalihan TGUK yang sebelumnya telah kami sampaikan kepada publik. Perseroan bersama pihak-pihak terkait terus melanjutkan proses tersebut sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku," katanya pada pertengahan September 2026.
Agus juga menjamin bahwa manajemen terus memperkuat fundamental bisnis TGUK di samping melakukan aksi korporasi. Dia meyakini bisnis baru TGUK akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan,” katanya.
Sepanjang semester I-2026, TGUK membukukan pendapatan sebesar Rp327,35 miliar dengan laba bersih Rp2,5 miliar. Lonjakan pendapatan tersebut berasal dari bisnis daging beku.
(Rahmat Fiansyah)