sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Strategi Investasi di Oktober, Cermati Saham Murah hingga Turnaround

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/10/2026 06:40 WIB
Pasar saham Indonesia memasuki Oktober dengan risiko makro yang masih membayangi, tetapi koreksi tajam sepanjang September dinilai mulai membuka peluang.
Strategi Investasi di Oktober, Cermati Saham Murah hingga Turnaround. (Foto: Magnific)
Strategi Investasi di Oktober, Cermati Saham Murah hingga Turnaround. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Pasar saham Indonesia memasuki Oktober dengan risiko makro yang masih membayangi, tetapi koreksi tajam sepanjang September dinilai mulai membuka peluang di sejumlah saham.

Mirae Asset Sekuritas menilai strategi investasi kini dapat bergeser dari sikap hati-hati menjadi lebih selektif di level saham.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto dalam riset yang terbit 5 Oktober 2026 menyebut pandangan bearish terhadap IHSG pada September telah terealisasi.

Kenaikan imbal hasil US Treasury, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah hingga mendekati Rp18.000 per USD menjadi sejumlah risiko yang menekan pasar.

IHSG bahkan turun 7 persen sepanjang September. Pada periode yang sama, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp10,2 triliun.

Meski demikian, Mirae Asset belum mengubah pandangan makronya hanya karena pasar telah terkoreksi. Target IHSG akhir tahun tetap dipatok di level 6.800.

Menurut Rully, lingkungan eksternal masih belum mendukung.

Data payrolls Amerika Serikat (AS) yang hanya bertambah 29.000 pada September menunjukkan pasar tenaga kerja mulai mendingin dan mengurangi urgensi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Namun, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun belum turun signifikan dan sempat ditutup di sekitar 5,3 persen, sementara dolar AS masih kuat dan harga minyak tetap tinggi.

Dengan kondisi tersebut, Mirae Asset masih berhati-hati terhadap IHSG dalam jangka pendek.

Namun, koreksi pasar yang hampir mencapai 10 persen dari puncak September dinilai telah memperbaiki profil risiko dan imbal hasil di tingkat saham.

“Memasuki Oktober, kami melihat sejumlah perusahaan pilihan yang selisih antara harga saham dan fundamentalnya semakin lebar,” tulis Rully dalam riset tersebut.

Mirae Asset melihat sejumlah saham berkapitalisasi besar mulai menarik setelah mengalami penurunan valuasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi pilihan karena valuasinya telah mengalami de-rating.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dipilih karena prospek pertumbuhan struktural dari bisnis perbankan syariah.

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga dinilai menarik sebagai saham yang tertinggal dan masih berada jauh di bawah level tertinggi dalam 52 pekan terakhir.

Mirae Asset turut memasukkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai saham turnaround.

Di luar saham-saham berkapitalisasi besar tersebut, peluang alpha juga dilihat pada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Untuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA), peluang berasal dari relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dapat mendukung kinerja produksi.

INKP juga dinilai memiliki karakter defensif terhadap pelemahan rupiah, sementara WINS menjadi pilihan utama Mirae Asset untuk mengejar alpha. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement