IDXChannel - Schneider Electric sepakat mengakuisisi perusahaan perangkat lunak (software) asal Amerika Serikat (AS), PTC dengan transaksi senilai USD22,6 miliar atau lebih dari Rp400 triliun. Perusahaan asal Prancis itu akan membayar USD205 per saham untuk mengambil alih seluruh saham PTC secara tunai.
Nilai penawaran tersebut setara dengan premi sekitar 42,3 persen dibandingkan harga penutupan saham PTC sebelum pengumuman transaksi. Kesepakatan tersebut mencerminkan nilai perusahaan (enterprise value) PTC sekitar USD23,7 miliar.
Transaksi ini diperkirakan rampung pada kuartal III-2027, setelah memenuhi persetujuan pemegang saham dan regulator. Schneider Electric akan membiayai akuisisi melalui kombinasi penerbitan saham dan utang baru.
Chief Executive Officer (CEO) Schneider Electric, Olivier Blum mengatakan, akuisisi PTC merupakan langkah penting dalam ambisi perusahaan untuk memimpin era baru kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dia mengungkapkan, Schneider Electric bersama PTC akan menciptakan perusahaan dengan kapabilitas perangkat lunak dan AI yang paling lengkap di industri, sekaligus portofolio berkualitas tinggi yang menjembatani dunia fisik dan digital.
"Dengan menghubungkan dan mengontekstualisasikan data di seluruh siklus hidup produk dan aset, kami akan menciptakan digital thread yang unik untuk generasi berikutnya dari AI Industri, membantu pelanggan mengoptimalkan sistem mereka dengan kecerdasan yang lebih tinggi, mulai dari tahap desain dan pembangunan hingga pengoperasian dan pemeliharaan," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi Schneider Electric memperluas bisnis perangkat lunak industri dan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan menargetkan sinergi akan menghemat biaya tahunan sekitar 250 juta euro dalam tiga tahun serta tambahan sinergi pendapatan sekitar 800 juta euro dari transaksi tersebut.
PTC menyediakan perangkat lunak untuk kebutuhan perancangan produk, manufaktur, hingga layanan purnajual bagi perusahaan di berbagai sektor industri. Langkah tersebut melanjutkan ekspansi Schneider Electric ke bisnis perangkat lunak.
Pada Juni 2026, Schneider Electric juga sepakat mengakuisisi Cognite Holding, penyedia perangkat lunak AI dan data industri. Schneider sebelumnya juga memperkuat portofolio perangkat lunaknya melalui akuisisi Aveva.
Schneider Electric yang selama ini dikenal sebagai produsen peralatan kelistrikan dan otomasi industri kini semakin mengembangkan bisnis digital. Perusahaan juga mendapat manfaat dari meningkatnya kebutuhan infrastruktur pusat data, terutama di Amerika Serikat, yang mendorong permintaan terhadap solusi kelistrikan, pendinginan, rak server, dan distribusi daya.
Di sisi lain, PTC memiliki posisi di segmen perangkat lunak industri yang mendapat manfaat dari tren transformasi digital dan AI. PTC menyebut bisnisnya berfokus pada solusi yang membantu perusahaan melakukan transformasi digital dalam pengembangan produk, operasional, dan produktivitas tenaga kerja.
"PTC menyediakan perangkat lunak yang diandalkan oleh perusahaan manufaktur dan perusahaan produk terkemuka di dunia untuk merancang, membuat, dan memelihara produk berkualitas serta membuka lebih banyak nilai dari data produk di tengah dunia yang semakin didorong oleh AI. Bergabung dengan Schneider Electric merupakan peluang luar biasa untuk meningkatkan cakupan dan dampak yang kami berikan kepada pelanggan di seluruh dunia," kata President & CEO PTC, Neil Barua.
(Rahmat Fiansyah)