sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MSCI Coret CPIN dan GOTO dari Indeks Global

Market news editor Desi Angriani
13/08/2026 05:23 WIB
MSCI memangkas jumlah saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes pada review Agustus 2026.
MSCI Coret CPIN dan GOTO dari Indeks Global (Foto: dok Shuttetstock)
MSCI Coret CPIN dan GOTO dari Indeks Global (Foto: dok Shuttetstock)

IDXChannel - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memangkas jumlah saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes pada review Agustus 2026. 

Dua saham, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari indeks tersebut.

Dengan perubahan ini, jumlah konstituen Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes berkurang dari 11 menjadi 9 saham.

Sembilan saham Indonesia yang masih bertahan dalam indeks MSCI Global Standard adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Keputusan tersebut merupakan bagian dari MSCI August 2026 Index Review. Seluruh perubahan akan dilakukan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026.

CPIN Turun ke Small Cap

Meski dicoret dari Global Standard Indexes, CPIN tidak sepenuhnya keluar dari keluarga indeks MSCI. Saham produsen pakan ternak dan unggas tersebut akan masuk ke MSCI Small Cap Indexes.

Sementara itu, MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes. Kesembilan saham tersebut yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Pictures Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Dengan demikian, perubahan pada review Agustus tidak hanya memengaruhi saham-saham di Global Standard, tetapi juga konstituen Indonesia pada segmen Small Cap.

Di sisi lain, MSCI tidak melakukan perubahan terhadap daftar saham Indonesia dalam MSCI Micro Cap Indexes.

Seluruh perubahan konstituen tersebut akan mulai tercermin dalam indeks setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Efektif per 1 September 2026, komposisi baru MSCI akan menjadi acuan bagi investor dan pengelola dana yang mengikuti indeks tersebut.

Berkurangnya dua konstituen pada MSCI Global Standard Indexes berpotensi menjadi sentimen bagi CPIN dan GOTO, khususnya karena dana yang mengacu pada indeks MSCI perlu menyesuaikan portofolionya setelah perubahan berlaku.

Sementara itu, bertahannya sembilan saham Indonesia di Global Standard membuat saham-saham tersebut tetap menjadi bagian dari kelompok emiten Indonesia yang memiliki eksposur terhadap investor global berbasis indeks.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement