sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kenaikan BBM Bayangi Bisnis Angkutan Laut, Laba HAIS Turun 70 hingga September 

Market news editor Desi Angriani
31/10/2026 13:33 WIB
Hasnu membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp20,55 miliar.
Kenaikan BBM Bayangi Bisnis Angkutan Laut, Laba HAIS Turun 70 hingga September (Foto: dok Hasnur) 
Kenaikan BBM Bayangi Bisnis Angkutan Laut, Laba HAIS Turun 70 hingga September (Foto: dok Hasnur) 

IDXChannel - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp20,55 miliar sepanjang Januari-September 2026. 

Angka tersebut merosot 70,3 persen dibandingkan Rp69,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring melemahnya pendapatan perseroan. 

Hingga kuartal III-2026, penyedia jasa logistik dan transportasi laut tersebut mencatatkan pendapatan Rp593,46 miliar, turun 10,25 persen dibandingkan Rp661,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

"Fokus kami adalah memperkuat kontribusinya terhadap profitabilitas melalui evaluasi biaya pengangkutan, optimalisasi armada, dan pengelolaan rute, dengan tetap menjaga keselamatan serta keandalan layanan," ujar Direktur Keuangan Hasnur Internasional Shipping Rickie dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026).

Meski demikian, kinerja pendapatan menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Pada kuartal III-2026, HAIS membukukan pendapatan Rp221,11 miliar, meningkat 5,57 persen dibandingkan Rp209,45 miliar pada kuartal II-2026. Capaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan setelah pendapatan kuartal I-2026 tercatat Rp162,90 miliar.

Dari sisi operasional, volume kargo yang diangkut HAIS pada kuartal III-2026 mencapai 2,67 juta metrik ton (MT), meningkat 12,95 persen dibandingkan 2,36 juta MT pada kuartal sebelumnya.

Kargo dari grup menyumbang 75,43 persen terhadap total volume angkutan, sedangkan sisanya sebesar 24,57 persen berasal dari kargo nongrup.

Namun, peningkatan volume angkutan berlangsung di tengah tekanan harga bahan bakar yang menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan biaya operasional. 

Di sisi lain, HAIS melakukan efisiensi melalui pengendalian beban umum dan administrasi. Hingga September 2026, beban umum dan administrasi turun 23,79 persen menjadi Rp47,84 miliar dari Rp62,77 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio beban umum dan administrasi terhadap pendapatan juga membaik menjadi 8,06 persen dari sebelumnya 9,49 persen. Pada kuartal III, penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp264,82 miliar, meningkat 2,85 persen dibandingkan Rp257,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, saldo piutang usaha neto pada akhir September 2026 tercatat Rp170,98 miliar, turun dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar Rp195,24 miliar.

Per 30 September 2026, total aset HAIS mencapai 1,68 triliun, dengan jumlah liabilitas Rp853,9 miliar dan ekuitas mencapai Rp833 miliar.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement