sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Citi Perkirakan Sikap Hawkish The Fed Perlambat Sektor Ekonomi di Luar AI

Market news editor Febrina Ratna Iskana
21/09/2026 06:00 WIB
Citi Research menyebut sikap hawkish The Fed mendorong pasar perumahan AS semakin dalam ke jurang kontraksi, serta membuat pertumbuhan ekonomi bergantung AI.
Citi Perkirakan Sikap Hawkish The Fed Perlambat Sektor Ekonomi di Luar AI.(Foto: iNews Media Group)
Citi Perkirakan Sikap Hawkish The Fed Perlambat Sektor Ekonomi di Luar AI.(Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Laporan Citi Research menyebut kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh Federal Reserve (The Fed) minggu ini menandai pergeseran ke arah kebijakan hawkish yang berisiko mendorong pasar perumahan AS semakin dalam ke jurang kontraksi, serta membuat pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Bank sentral menaikkan kisaran target kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh menggambarkan langkah tersebut sebagai upaya mengurangi "dosis akomodasi."

Warsh secara eksplisit mengaitkan kenaikan biaya energi dengan kenaikan suku bunga ini dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut, seraya mencatat bahwa tindakan tersebut menunjukkan keseriusan bank sentral.

Prakiraan dasar Citi mengasumsikan bahwa inflasi yang melandai akan membuat The Fed menahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang sebelum akhirnya mulai memangkas suku bunga tahun depan.

Namun, para analis memperingatkan bahwa kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat—yang berpotensi terjadi awal  Oktober—telah meningkat menyusul komentar hawkish Warsh setelah pertemuan tersebut.

Investasi AI vs Ekonomi secara Luas

Kenaikan suku bunga jangka pendek dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) jangka panjang telah memperketat kondisi keuangan bagi dunia usaha maupun rumah tangga.

Kendati demikian, Citi mencatat bahwa siklus pengetatan ini tidak akan banyak menghambat mesin utama pertumbuhan ekonomi AS: belanja modal terkait AI.

"Kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan secara signifikan memperlambat dorongan pertumbuhan yang berasal dari investasi terkait AI (kecuali jika memicu koreksi di pasar ekuitas)," tulis analis Citi, seraya menekankan bahwa dibutuhkan aksi jual besar-besaran di pasar saham atau pelebaran (spread) kredit korporasi untuk dapat menghentikan aliran modal ke perusahaan teknologi berskala masif (hyperscalers).

Sebaliknya, sektor-sektor di luar AI menghadapi tekanan yang kian meningkat:

  • Sektor Perumahan: suku bunga hipotek yang lebih tinggi diperkirakan akan semakin menyeret sektor properti hunian ke dalam kontraksi.
  • Manufaktur: Perusahaan industri non-teknologi yang mengandalkan pembiayaan utang menghadapi tekanan pada margin keuntungan dan rencana belanja modal yang berkurang.
  • Pasar Tenaga Kerja: Permintaan perekrutan yang lesu diperkirakan akan semakin melemah seiring dengan naiknya biaya modal.

Meningkatnya Kerentanan Ekonomi

Citi memperingatkan bahwa seiring naiknya biaya pinjaman, baik untuk kredit mobil konsumen, hipotek, maupun fasilitas kredit korporasi, ekspansi ekonomi secara luas menjadi semakin bergantung pada satu mesin penggerak saja.

Dengan mengalirkan modal hampir secara eksklusif ke pengembangan infrastruktur teknologi AI sembari menekan sektor industri konvensional dan konsumsi, ekonomi AS berisiko menjadi semakin rapuh dan rentan terhadap guncangan makro yang tak terduga. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement