sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Analis Ungkap Prospek Saham MNC Group di Tengah Monetisasi Digital & Ekspansi Bisnis

Market news editor Anggie Ariesta
12/10/2026 08:01 WIB
Saham-saham di bawah naungan MNC Group dinilai masih menawarkan berbagai peluang investasi menarik berdasarkan kekuatan fundamental dan potensi ekspansi.
Analis Ungkap Prospek Saham MNC Group di Tengah Monetisasi Digital & Ekspansi Bisnis. (Foto: iNews Media Group
Analis Ungkap Prospek Saham MNC Group di Tengah Monetisasi Digital & Ekspansi Bisnis. (Foto: iNews Media Group

IDXChannel – Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai saham-saham di bawah naungan MNC Group masih menawarkan berbagai peluang investasi menarik berdasarkan kekuatan fundamental dan potensi ekspansi.

Menurutnya, investor dapat mengoptimalkan momentum harga saat ini dengan mencermati diferensiasi prospek bisnis masing-masing lini usaha.

Seperti sektor media yang menjadi pilar utama grup memiliki landasan yang solid untuk berkembang, terutama melalui percepatan monetisasi konten digital serta peningkatan efisiensi operasional guna memacu pendapatan dan profitabilitas perseroan.

“Kalau dari sisi strategi, investor sebaiknya mencermati perbedaan prospek fundamental setiap emiten. Dari MNC saja, misalnya ini berdasarkan prospek bisnis media, perlu dievaluasi,” kata Nafan, Minggu (11/10/2026).

Meskipun dinamika pasar sempat membayangi pergerakan harga saham sepanjang 2026, khususnya pasca penyesuaian batas harga minimum Rp1 per 8 September, Nafan menilai hal tersebut sebagai peluang bagi investor.

Investor bisa mencermati fleksibilitas penyesuaian harga sekaligus mengidentifikasi titik masuk yang rasional pada emiten seperti BABP, BCAP, BHIT, IPTV, hingga KPIG.

“Untuk saham Grup MNC, saya melihat prospeknya itu cenderung mix,” tambahnya.

Secara spesifik, Nafan menggarisbawahi sejumlah pilar emiten yang memiliki katalis positif untuk mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

Pada sektor properti dan pariwisata, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) berpotensi memacu laju pendapatan seiring dengan berjalannya realisasi ekspansi dan kinerja bisnis pariwisata.

Sementara itu, pada pilar jasa keuangan, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) memiliki ruang pertumbuhan dari sisi perbaikan kualitas aset, penyaluran kredit, permodalan dan profitabilitas.

Adapun, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menawarkan prospek dari sisi tata kelola struktur utang yang terukur serta kemampuan menghasilkan ekuitas secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pergerakan saham MNC Group diproyeksikan bakal mendapat dorongan dari potensi pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nafan menilai IHSG memiliki peluang besar untuk mengalami pemulihan teknikal (technical rebound) selama mampu menjaga level psikologisnya di atas 6.000.

“Di sini kalau menurut saya selama IHSG masih mampu bertahan di Rp6.000 atau lebih, maka terjadinya technical rebound (pada saham-saham MNC Group) terbuka lebar,” ungkap Nafan.

Untuk periode perdagangan pekan berjalan (9–12 Oktober 2026), Nafan memproyeksikan laju IHSG berada dalam zona optimisme terukur (cautiously optimistic).

Kondisi tersebut ditopang oleh solidnya indikator makroekonomi dalam negeri serta mulai meredanya tekanan dari sentimen global.

“Memang sebenarnya kalau saya akui disini untuk pedagangan IHSG pada pekan 9-12 Oktober 2026 dalam kategori cautiously optimistic. Ditopang oleh beberapa indikator fundamental dalam negeri serta sentimen negatif dari global yang mulai mereda,” kata dia. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement