IDXChannel - Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jerman mencatatkan realisasi sebesar USD6,11 miliar pada 2025. Perkembangan ini menegaskan posisi Jerman sebagai salah satu mitra ekonomi dan industri strategis bagi Indonesia, ditopang oleh hadirnya lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman yang beroperasi di dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa hubungan bilateral kedua negara terus berkembang menjadi kemitraan yang kian solid, khususnya di bidang perdagangan, investasi, transisi energi, hingga ketenagakerjaan.
“Bagi Indonesia, momen ini menjadi pengingat yang bermakna akan kemitraan kita yang telah terjalin lama dan terus berkembang. Tahun ini menandai 74 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman, dan tahun depan kita akan memperingati hari jadi ke-75 hubungan bilateral kita,” ujar Airlangga saat memberikan Congratulatory Remarks pada peringatan German Unity Day 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Airlangga menambahkan bahwa sepanjang 2026, intensitas hubungan kedua negara diperkuat oleh serangkaian kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Juni 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mendorong kerja sama ekonomi konkret melalui mekanisme Joint Economic and Investment Committee, pengembangan industri hijau, serta penguatan sumber daya manusia.
Di sektor energi dan teknologi, Indonesia mendorong perluasan investasi Jerman pada pengembangan energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, industri semikonduktor, hingga pembiayaan berkelanjutan. Jerman, bersama Jepang sebagai co-lead International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP), memegang peran penting dalam mengakselerasi pembiayaan transisi energi bersih di Indonesia.
Selain itu, kedua negara menyimpan potensi besar dalam penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Sinergi ini sekaligus membuka jalur bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berpartisipasi di pasar kerja Jerman.
Untuk memperluas akses pasar dan volume perdagangan bilateral yang telah mencapai USD6,11 miliar tersebut, Menko Airlangga menggarisbawahi krusialnya penyelesaian perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Pemerintah menargetkan penandatanganan kesepakatan IEU-CEPA dapat rampung pada tahun ini, sehingga proses ratifikasi segera berjalan dan dapat diimplementasikan penuh pada awal tahun depan.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” pungkas Airlangga.
Acara peringatan tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Ralf Beste, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani, serta jajaran pejabat diplomatik dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Febrina Ratna Iskana)