IDXChannel - Danantara Indonesia menargetkan jumlah perusahaan BUMN dan anak usaha yang dikelola dipangkas menjadi sekitar 200 perusahaan hingga akhir 2026. Target tersebut ditempuh melalui proses streamlining terhadap 1.046 perusahaan yang saat ini berada dalam portofolio BUMN.
COO Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan proses perampingan dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi.
"Sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan aja yang kita kelola," kata Dony dijumpai di Jakarta Selatan pada Jumat (2/10/2026).
Dia menjelaskan, masing-masing perusahaan akan mendapatkan perlakuan berbeda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan restrukturisasinya. Untuk perusahaan yang direstrukturisasi, skema yang digunakan dapat berupa penambahan modal maupun penataan kewajiban.
"Ada yang ditutup dilikuidasi, ada yang kita divestasi, kita jual, ada yang kita konsolidasi, ada yang kita restrukturisasi," ujar Dony.
Menurut Dony, restrukturisasi dapat dilakukan melalui skema equity, pemasukan aset atau inbreng, hingga restrukturisasi pinjaman.
"Ada yang bentuknya equity, ada juga yang kita inbreng aset, ya, tetapi itu juga ujungnya ke equity. Ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," ujarnya.
Dony memastikan proses pemetaan tersebut telah masuk tahap penentuan. Danantara menargetkan perampingan portofolio perusahaan dapat berjalan sesuai arahan pemerintah hingga akhir 2026.
"Nah, ini sudah selesai kita tentukan," tutur Dony.
(NIA DEVIYANA)