sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementan Punya Dua Wakil Menteri, Ini Pembagian Tugasnya

Economics editor Tangguh Yudha
19/10/2026 13:41 WIB
Keduanya akan memiliki fokus kerja berbeda untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Kementan Punya Dua Wakil Menteri, Ini Pembagian Tugasnya. Foto: iNews Media Group.
Kementan Punya Dua Wakil Menteri, Ini Pembagian Tugasnya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap pembagian tugas dua Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) setelah bergabungnya Alim Setiawan Slamet sebagai Wamentan baru, menyusul Saleh Mustafa. Keduanya akan memiliki fokus kerja berbeda untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Amran menjelaskan, Alim yang memiliki latar belakang akademisi akan difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, termasuk pengembangan kedelai, bawang putih, hingga swasembada ayam broiler. Sementara itu, Wamentan Saleh Mustofa yang berlatar belakang militer akan bertugas mengeksekusi target-target cetak sawah.

"Ini satu dari TNI, yang satunya dari akademisi. Beliau (Alim) fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PM-AAS, kemudian bawang putih, ayam broiler swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia. Kemudian Wamen satu, Pak Letnan Jenderal Saleh Mustofa, itu fokus mengeksekusi target-target komonisasi cetak sawah," ujarnya di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Amran menyambut kehadiran Alim yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor IPB University. Menurutnya, dengan tambahan tenaga baru tersebut, Amran optimistis target swasembada beras dan ketahanan pangan berkelanjutan dapat tercapai pada 2026.

"Saya yakin hampir pasti swasembada beras, pangan berkelanjutan tahun 2026, mudah-mudahan seterusnya. Karena ini ada energi baru, insyaallah pertanian semakin kuat," kata Amran.

Sementara itu, Wamentan Alim Setiawan Slamet menyatakan siap menjalankan arahan Mentan Amran, terutama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian.

Menurutnya, pencapaian swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani membutuhkan penerapan sistem pertanian modern yang didukung inovasi, riset, serta teknologi tepat guna.

Alim menjelaskan, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menguji teknologi pertanian modern. Salah satu yang menjadi perhatian adalah teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 10 ton per hektare.

"Insyaallah nanti kita akan coba kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi agar di uji coba, dicoba dan dan nanti diteliti, siapa tahu ada teknologi atau inovasi yang lebih baik lagi. Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektar. Jadi saya kira kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih sustainable," kata Alim.

Selain pengembangan teknologi pertanian, Alim juga mendapat tugas untuk meningkatkan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih. Ia menegaskan, peningkatan produktivitas kedelai akan diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor.

"Belum juga, saya kira varietas unggul, begitu ya, termasuk juga kedelai. Kedelai saya kira orientasinya adalah bagaimana kita mengurangi impor. Itu saya kira orientasinya.Tentu peningkatan produktivitas, kemudian juga perluasan itu menjadi hal yang penting. Dan juga bawang putih saya kira itu yang tadi ditugaskan ya, untuk menjadi fokus saya ke depan," ucap Alim.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement