IDXChannel – Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 resmi digelar di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, pada 14 September 2026. Mengusung tema “Application as the New Engine of Creative Economy Growth”, acara ini menjadi bagian dari rangkaian menuju World Conference on Creative Economy (WCCE).
IN-APPS 2026 diinisiasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) sebagai upaya memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional sekaligus mendorong peran teknologi dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.
Pembukaan acara diawali laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Muhammad Neil El Himam. Sejumlah pejabat dan tokoh nasional juga hadir dalam rangkaian pembukaan, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Utusan Khusus Presiden untuk Pengembangan Generasi Muda dan Seniman Raffi Ahmad, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, serta Boni Pudjianto dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya yang sekaligus membuka secara resmi IN-APPS 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif juga memberikan Appreciation Award dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sinar Mas Land. Penandatanganan dilakukan Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati bersama Chief Operating Officer D HUB Special Economic Zone, Sinar Mas Land, Lindawaty.
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Teuku Riefky Harsya, Andra Soni, serta Chief Executive Officer Urban Solution & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap. Kerja sama ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan ekosistem aplikasi dan ekonomi digital di Indonesia.
Selain agenda seremoni, pembukaan IN-APPS 2026 ditutup dengan VIP Walk Through ke area pameran. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem aplikasi digital, mulai dari pemerintah hingga pelaku industri.
Presiden Direktur KAYA Indonesia selaku organizer IN-APPS 2026, Aditya Adiguna, mengatakan penyelenggaraan acara tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem aplikasi digital nasional.
“Sebagai penyelenggara, kami berharap IN-APPS 2026 dapat menjadi platform berkelanjutan yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan ekosistem aplikasi digital Indonesia, dari pemerintah hingga pelaku industri,” ujar Aditya.
IN-APPS 2026 berlangsung selama dua hari pada 14–15 September 2026. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bertindak sebagai host, dengan Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) sebagai co-host dan KAYA Indonesia sebagai organizer.
Penyelenggaraan IN-APPS 2026 turut didukung Digitalhub dan Sinar Mas Land. Rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam pengembangan teknologi aplikasi serta ekonomi digital Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)