IDXChannel - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 membutuhkan kerja keras dan konsolidasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, target tersebut menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk keluar dari zona pertumbuhan ekonomi 5 persen sekaligus menuju target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah zona baru pertumbuhan ekonomi kita untuk menuju ke 8 persen yang seperti ditargetkan dalam visi misi Bapak Presiden. Dan tentunya ini butuh kerja keras, butuh konsolidasi, butuh bersama-sama untuk bagaimana target pertumbuhan 6 persen ini bisa dicapai," kata Misbakhun usai Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, ditulis Sabtu (15/8/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Misbakhun mendorong Danantara segera merealisasikan berbagai proyek yang sebelumnya telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden Prabowo. Realisasi proyek tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian, khususnya melalui peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Tentunya Danantara juga harus mulai merealisasikan semua proyek-proyek yang selama ini digroundbreaking oleh Bapak Presiden untuk kemudian memberikan dampak terhadap secara riil. Terhadap apa? Terhadap realisasi investasi, penciptaan lapangan pekerjaan," ujar dia.
Misbakhun menjelaskan, penciptaan lapangan kerja akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selanjutnya, peningkatan pendapatan tersebut dapat mendorong konsumsi masyarakat sekaligus memperbesar penerimaan negara melalui pajak.
"Ketika lapangan pekerjaan ini tercipta, maka masyarakat ada yang menerima penghasilan. Dengan penghasilan yang mereka punya, mereka bisa melakukan konsumsi. Dengan penghasilan itu juga, negara bisa memungut pajaknya. Dengan investasi yang ada, maka terjadi produktivitas kebutuhan semua, impor, kebutuhan dalam negeri, kemudian bahan bangunan dan sebagainya kan bisa tercapai," katanya.
Selain investasi, Misbakhun menyoroti pentingnya mempercepat program pembangunan 3 juta rumah. Menurutnya, optimalisasi program tersebut dapat memberikan dorongan terhadap ekspansi kredit konsumen, khususnya sektor perumahan.
"Optimalisasi terhadap target 3 juta rumah harus segera diakselerasi karena itu memberikan dorongan yang kuat terhadap ekspansi kredit konsumen perumahan dan sebagainya," ujar Misbakhun.
Misbakhun juga meminta pemerintah semakin fokus mendorong hilirisasi, terutama pada sektor minyak dan gas (migas). Sebab, sejumlah proyek migas yang sebelumnya tertunda dan kini telah mulai dilakukan groundbreaking oleh Presiden perlu segera ditindaklanjuti agar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Kemudian terhadap hilirisasi harus makin fokus kepada sektor-sektor proyek migas yang selama ini tertunda dan sudah mulai di-groundbreaking oleh Bapak Presiden," katanya.
(Dhera Arizona)