IDXChannel - BUMN Holding Pangan ID FOOD memperluas skala sinergi bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) untuk memperkokoh perputaran bisnis serta ekosistem pangan di Tanah Air.
Lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), BTN mengalokasikan plafon pembiayaan mencapai Rp3 triliun yang dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, penyerapan (offtake) komoditas strategis, operasional transaksi, hingga digitalisasi sistem di lingkungan ID FOOD Group.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menjelaskan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah lanjutan demi mengoptimalkan peran ID FOOD dalam menjembatani ketersediaan pasokan pangan di sektor hulu dengan serapan kebutuhan pasar di sektor hilir.
“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif,” ujar Ghimoyo dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Fasilitas kucuran dana tersebut bakal dimanfaatkan pada berbagai aktivitas operasional pangan, mulai dari pengelolaan komoditas beras, gula, minyak goreng, sampai komoditas pangan strategis lainnya.
Kemitraan antara ID FOOD dan BTN sendiri bukan hal yang baru berjalan. Terhitung sejak 2024, BTN konsisten menyokong ragam agenda bisnis ID FOOD Group, mencakup Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta pembiayaan komersial untuk komoditas beras, gula, garam, benih padi, hingga susu.
Sampai saat ini, total penyerapan fasilitas kredit BTN yang telah digunakan dalam berbagai lini operasional ID FOOD Group tercatat menyentuh angka sekitar Rp5 triliun.
“Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” kata Ghimoyo.
Jangkauan kerja sama kedua belah pihak pun diperlebar melampaui pembiayaan skala korporasi semata. Portofolio produk dan layanan perbankan BTN kini diarahkan untuk merangkul jaringan yang lebih luas, mulai dari pemasok (supplier), vendor, distributor, pembeli (buyer), kontraktor, pedagang, mitra usaha, hingga karyawan yang berada di bawah naungan ID FOOD Group.
Direktur BTN Nixon LP Napitupulu menilai ID FOOD memegang posisi yang teramat krusial sebagai holding pangan milik negara, mengingat ketahanan pangan merupakan fondasi utama penopang kekuatan ekonomi domestik.
Tanggung jawab ID FOOD tidak hanya terbatas pada sektor produksi, melainkan juga bertindak sebagai penampung hasil tani, peternakan, dan perikanan, sekaligus menggerakkan proses pengolahan, tata niaga, serta jalur distribusi logistik pangan.
"Dengan demikian, ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin efficient dan connected ekosistem ID FOOD, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," kata Nixon.
Nixon menambahkan, pengembangan jaringan Warung Pangan menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki ID FOOD. BTN menegaskan kesiapan penuh untuk menopang ekosistem tersebut, mulai dari penyediaan sistem pembayaran dan penagihan (payment and collection), transaksi para pemasok, pemenuhan kebutuhan finansial mitra Warung Pangan, hingga peluang penyaluran pembiayaan usaha bagi para pelaku bisnis di dalamnya.
"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," ungkapnya. (Wahyu Dwi Anggoro)