Tren Penggunaan AI oleh Perusahaan di Eropa Membuat Pekerja Sulit Nego Kenaikan Upah
Chief Ekonom ECB Phillip Lane mengatakan investasi perusahaan pada teknologi-teknologi mengetatkan kondisi keuangan perusahaan.
IDXChannel—Peningkatan pemanfaatan artificial intelligence (AI) oleh perusahaan-perusahaan di Eropa menghambat kesempatan para pekerja untuk menegosiasikan kenaikan upah, secara bersamaan membuat kondisi keuangan perusahaan semakin ketat.
Chief Ekonom ECB Phillip Lane mengatakan investasi perusahaan pada teknologi-teknologi mengetatkan kondisi keuangan perusahaan.
Dengan laju inflasi yang ternyata meningkat dua kali lipat dari perkiraan ECB karena biaya energi yang mahal, regulator kini tengah memantau tanda-tanda dampak lanjutan atas harga-harga. Namun, hingga saat ini belum terjadi, terutama pada pertumbuhan upah.
Melansir CNA (14/10/2026), AI memang belum mengubah tren ketenagakerjaan, tetapi rencana perekrutan baru cenderung terbatas, dan hal ini membatasi peluang dan kemampuan para pekerja untuk meminta kenaikan upah sebagai kompensasi inflasi.
Menurut Lane, fenomena ini menjelaskan penyebab melambatnya pertumbuhan upah, meskipun tingkat inflasi meninggi di Eropa.
“Potensi AI menggantikan beberapa jenis pekerjaan juga melemahkan daya tawar para pekerja, menghambat pertumbuhan upah, dan mengurangi porsi tenaga kerja dalam total pendapatan,” jelas Lane.
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang membiayai AI mengandalkan pinjaman, sehingga fenomena ini pun memicu peningkatan biaya pinjaman untuk semua lapisan masyarakat.
“Dampaknya di pasar obligasi Eropa, peningkatan suku bunga dalam jangka panjang akan membuat kondisi keuangan yang mengetat pula,” lanjutnya.
(Nadya Kurnia)