Technology

Startup India TakeMe2Space Siap Luncurkan Satelit MOI-1A via SpaceX

Kurnia Nadya 28/09/2026 13:10 WIB

Satelit berbobot di bawah 50 kg yang diberi nama MOI-1A tersebut dijadwalkan mengangkut prosesor edge-computing Nvidia Orin NX dalam misi rideshare.

Startup India TakeMe2Space Siap Luncurkan Satelit MOI-1A via SpaceX. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Startup asal India, TakeMe2Space, akan meluncurkan satelit orbital computing pertama di negaranya menggunakan roket SpaceX pada 1 Oktober 2026. Misi ini mengusung inovasi pemrosesan data langsung di orbit bumi tanpa perlu mengembalikan seluruh data mentah ke Stasiun Bumi.

Melansir CNA (28/9/2026), satelit berbobot di bawah 50 kg yang diberi nama MOI-1A tersebut dijadwalkan mengangkut prosesor edge-computing Nvidia Orin NX dalam misi rideshare Transporter-18 milik SpaceX.

Founder dan CEO TakeMe2Space, Ronak Samantray, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan 23 pelanggan untuk misi ini, termasuk perusahaan Geographic Information System (GIS), lembaga pendidikan, hingga sektor komersial seperti pertanian, pertambangan, manajemen rantai pasok, dan asuransi. 

Salah satu konsumen utamanya adalah perusahaan analitik data antariksa asal Amerika Serikat, Little Place Labs.

Melalui teknologi ini, para pelanggan dapat mengunggah model AI berbasis kontainer ke satelit. Satelit kemudian akan memproses data saat melintas di wilayah tertentu dan hanya mengirimkan hasil analisisnya ke Bumi, bukan seluruh kumpulan data mentahnya.

"Pelanggan yang melihat nilai tambah pada satelit generasi pertama kami adalah mereka yang selama ini membayar mahal untuk mengunduh banyak data mentah lalu baru melakukan pemrosesan data," ucap Samantray, dikutip dari Reuters.

"Penghematan biaya dari tidak mengunduh data mentah tersebut menutup biaya tambahan yang mereka bayarkan untuk pemrosesan data di orbit," lanjutnya.

Berbeda dengan beberapa perusahaan antariksa seperti SpaceX atau Starcloud yang berencana menggunakan chip pusat data tingkat lanjut, wahana MOI-1A milik TakeMe2Space merupakan satelit edge-computing dengan daya sekitar 150 watt.

Langkah ini menyusul uji coba teknologi awal mereka pada akhir 2024 yang berhasil memvalidasi kemampuan mengunggah aplikasi, mengeksekusi inferensi AI di orbit, hingga mengirimkan hasil analisis ke Bumi. 

Meskipun satelit penerusnya, MOI-1, sempat hilang akibat kegagalan tahap ketiga pada peluncuran sebelumnya, TakeMe2Space tetap optimistis melanjutkan pengembangannya.

Selain pemrosesan data kilat, TakeMe2Space membidik layanan cold storage di orbit untuk data penting. Layanan penyimpanan cadangan di luar bumi ini menyasar sektor jasa keuangan dan pertahanan yang membutuhkan keamanan ekstra di luar penyedia cloud terestrial.

Saat ini, TakeMe2Space merancang dan memproduksi sebagian besar subsistem satelit di India, sementara chip, sel surya, dan sistem pendorong masih didatangkan dari luar negeri. Startup ini memproyeksikan peluncuran satelit dengan kapasitas komputasi yang lebih besar dan berjaringan mulai 2027 untuk terus menekan biaya operasional pelanggan.


(Sheqilla Sukma)

SHARE