Technology

SK Hynix Batalkan Rencana Anak Usahanya Solidigm IPO di AS Karena Volatilitas Pasar

Febrina Ratna Iskana 23/10/2026 07:39 WIB

Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, pada Jumat (23/10/2026) menyatakan telah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana IPO Solidigm di AS.

SK Hynix Batalkan Rencana Anak Usahanya Solidigm IPO di AS Karena Volatilitas Pasar. (Foto: JoongAng Daily)

IDXChannel - Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, pada Jumat (23/10/2026) menyatakan telah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat (AS) bagi anak usahanya, Solidigm.

Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan volatilitas pasar keuangan serta tren harga saham belakangan ini.

Dalam sebuah pernyataan, SK Hynix menyampaikan bahwa mereka akan terus menjajaki berbagai cara untuk mendanai ekspansi Solidigm dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, termasuk dengan meninjau kembali waktu, skala, serta pendanaan untuk investasi di masa mendatang.

"Keputusan ini tidak mencerminkan perubahan apa pun dalam prospek pertumbuhan maupun kebutuhan investasi Solidigm," ungkap perusahaan tersebut yang dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2026).

Meskipun kinerja bisnis SK Hynix maupun Solidigm tergolong kuat, perusahaan menjelaskan bahwa meningkatnya volatilitas pasar dan koreksi yang lebih luas pada saham sektor semikonduktor telah mendorong mereka untuk mempertimbangkan kembali rencana pencatatan saham tersebut.

Keputusan ini diambil hanya beberapa minggu setelah SK Hynix menyatakan sedang meninjau berbagai opsi untuk memperkuat daya saing Solidigm, meski saat itu belum ada keputusan yang ditetapkan.

Solidigm, yang berbasis di Rancho Cordova, California, merupakan anak usaha SK Hynix di AS yang berfokus pada memori flash NAND dan perangkat penyimpanan solid-state (SSD).

Sebelumnya, SK Hynix sempat mempertimbangkan IPO sebagai salah satu cara untuk mendanai ekspansi Solidigm di tengah meningkatnya permintaan chip memori yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan menyebutkan bahwa penggalangan modal eksternal melalui IPO berpotensi meningkatkan arus kas konsolidasi, yang dapat membantu mendanai fasilitas produksi baru sekaligus mendukung imbal hasil bagi pemegang saham—baik melalui dividen, pembelian kembali saham (buyback), maupun pembatalan saham.

Selain itu, SK Hynix menambahkan bahwa IPO dapat membantu investor memahami lebih baik potensi pertumbuhan Solidigm, yang menurut perusahaan belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi perusahaan induknya. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE