Technology

Pendapatan SpaceX Melonjak 161 Persen di Q3-2026, Terdorong Starlink dan Komputasi AI

Febrina Ratna Iskana 21/10/2026 07:28 WIB

SpaceX melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar USD14,6 miliar, jauh melampaui estimasi konsensus Wall Street yang sebesar USD12,87 miliar.

Pendapatan SpaceX Melonjak 161 Persen di Q3-2026, Terdorong Starlink dan Komputasi AI. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - SpaceX melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar USD14,6 miliar, jauh melampaui estimasi konsensus Wall Street yang sebesar USD12,87 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 161 persen secara tahunan (year-over-year/YoY).

Perusahaan mencatatkan laba per saham yang disesuaikan sebesar USD0,35—lebih dari dua kali lipat estimasi konsensus sebesar USD0,15—sementara laba bersih melonjak menjadi USD4,4 miliar, jauh di atas ekspektasi sebesar USD1,88 miliar.

Dengan laporan keuangan tersebut, saham SpaceX melonjak 7,3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours trading) menjadi USD158,68.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh divisi Super Intelligence (SI) perusahaan, yang menghasilkan pendapatan sebesar USD7,6 miliar, melampaui ekspektasi sebesar USD6,3 miliar.

SpaceX telah menandatangani perjanjian dengan Anthropic dan Google untuk menyediakan daya komputasi dari pusat data Colossus II miliknya. Perjanjian ini menjadi sumber pendapatan utama bagi perusahaan sekaligus bentuk monetisasi dari akuisisi xAI yang dilakukan awal tahun ini.

Segmen Konektivitas menyumbang USD5,2 miliar (dibandingkan estimasi USD4,9 miliar), didorong oleh percepatan adopsi Starlink di kalangan konsumen serta perluasan kontrak dengan sektor perusahaan dan pemerintah. Pendapatan segmen Luar Angkasa mencapai USD1,8 miliar, melampaui target sebesar USD1,43 miliar.

"Meskipun terdengar gila, pendapatan SpaceX sebesar USD1 triliun pada tahun 2028 bukan lagi hal yang mustahil," ujar CEO Elon Musk dalam sebuah unggahan di media sosial setelah pengumuman kinerja keuangan tersebut seperti dikutip dari Investing, Rabu (21/10/2026).

Musk juga mengisyaratkan kemungkinan penggabungan (merger) antara SpaceX dan Tesla, seraya menyatakan bahwa masing-masing perusahaan telah membentuk komite independen khusus untuk menjajaki potensi penggabungan tersebut.

Kinerja keuangan SpaceX secara rinci sebagai berikut: EBITDA yang disesuaikan naik 306 persen secara tahunan menjadi USD8,8 miliar, jauh melampaui estimasi sebesar USD6,59 miliar. Laba operasional tercatat mencapai USD2,8 miliar—naik dari kerugian sebesar USD273 juta pada kuartal ketiga tahun 2025—mengalahkan perkiraan sebesar USD2,24 miliar.

Laba operasional segmen Konektivitas meningkat 99 persen secara tahunan menjadi USD2,4 miliar. Pencapaian operasional utama mencakup peluncuran muatan komersial pertama menggunakan Starship, yang berhasil menempatkan 26 satelit Starlink V3 ke orbit—menghasilkan kapasitas downlink per peluncuran yang kira-kira sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan Falcon 9.

Belanja modal untuk kuartal tersebut mencapai total USD19,6 miliar, sesuai dengan ekspektasi. Sebanyak USD16,4 miliar dialokasikan untuk peningkatan skala infrastruktur komputasi dalam segmen SI, dengan memperluas kapasitas komputasi terpasang hingga mencapai 1,7 GW per 30 September 2026.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE