Kebutuhan Layanan Pelanggan Makin Kompleks, Startup Ini Tawarkan Solusinya Lewat AI
Dalam mengurai kompleksitas layanan pelanggan, Qiscus mengedepankan pendekatan orkestrasi, yaitu membuat tim, sistem, dan AI bekerja sebagai satu kesatuan.
IDXChannel - Semakin meningkatnya kesadaran dunia usaha terkait pentingnya maksimalisasi layanan pelanggan membuat penggunaan beragam platform digital jadi semakin massif dan kompleks.
Kondisi ini, di antaranya, terkonfirmasi oleh penggunaan kanal layanan pelanggan di level perusahaan yang terus bertambah setiap tahun, dengan kecenderungan masing-masing tim memiliki dashboard terpisah, serta data yang tersebar di banyak sistem.
"Semakin banyak caoverage pelanggan yang dimiliki, semakin kompleks pula dashboard layanan yang dimiliki. Situasi yang dapat teratasi lewat penggunaan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan)," ujar CEO sekaligus Co-Founder Qiscus, Delta Purna Widyangga, dalam keterangan resminya, Selasa (27/2026).
Karenanya, sebagai penyedia platform agentic customer engagement di level Asia Tenggara, Qiscus resmi meluncurkan dua layer AI terbaru, yaitu Operator dan Qiscus MCP, bersamaan dengan penyelenggaraan forum tahunan Conversa 6.0, di Jakarta, yang dihadiri lebih dari 200 praktisi bisnis nasional.
Menurut Delta, hadirnya kedua platform baru tersebut semakin melengkapi ekosistem Qiscus AI yang dibangun menuju Perfect CX, yaitu pengalaman yang cepat, personal, dan proaktif bagi setiap pelanggan.
"Lebih banyak kanal berarti lebih banyak sinyal, dan lebih banyak sinyal berarti lebih banyak keputusan yang harus diambil tepat waktu. Kami hadir untuk membuat jarak antara sinyal dan keputusan itu decision latency," ujar Delta.
Dalam mengurai kompleksitas layanan pelanggan, Qiscus mengedepankan pendekatan orkestrasi, yaitu membuat tim, sistem, dan AI bekerja sebagai satu kesatuan.
Setiap layer Qiscus AI menghadirkan satu ciri Perfect CX. AgentLabs memberi respons cepat, kini tidak hanya lewat chat tetapi juga lewat telepon. Agent Copilot membuat layanan lebih personal, dan kini bisa diajak berdialog dua arah oleh tim di inbox.
Sedangkan di lain pihak, Operator membuat bisnis bisa bertindak secara proaktif, di mana Qiscus MCP memungkinkan ekosistem Qiscus terhubung dengan AI Agent yang sudah digunakan oleh bisnis.
Selama ini, menurut Delta, selalu ada jeda antara analis yang membaca data dan tim operasional yang menjalankan tindakannya.
Dengan komitmen respond faster, respond better, decide smarter, Operator hadir untuk memperpendek jeda tersebut, di mana analis cukup bertanya untuk mendapat jawaban dan laporan, sementara tim operasional bisa langsung menjalankan tindak lanjut dan otomasinya dari tempat yang sama.
"Setiap tindakan bisa ditelusuri, bisa dibatalkan, dan diukur dari dampak bisnisnya. Selama ini, AI di layanan pelanggan sebagian besar bekerja di layer interaksi, membantu menjawab lebih cepat," ujar Delta.
Karenanya, langkah berikutnya yang dibutuhkan adalah dengan membawanya menuju layer operasional, tempat keputusan diambil, karena yang dibutuhkan bisnis hari ini bukan sekadar memberikan jawaban yang lebih cepat, namun juga sekaligus menyediakan keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat.
"Kami percaya dengan cara inilah setiap pelanggan bisa mendapatkan perfect experience, bukan hanya pelanggan VIP," ujar Delta.
Sebagai langkah lanjutan, Qiscus juga membuka complimentary technical workshop bagi bisnis yang ingin mulai mengorkestrasikan AI-nya.
Dengan ekosistem yang kini semakin lengkap, Qiscus siap membantu lebih banyak bisnis di Asia Tenggara menghadirkan pengalaman pelanggan yang terbaik.
Sebagai informasi, Qiscus sendiri merupakan perusahaan rintisan (startup) berbasis B2B SaaS (Software as a Service) asal Singapura yang didirikan pada tahun 2013, dengan kantor pusat di Jakarta Selatan dan pusat riset/pengembangan di Yogyakarta.
Qiscus dikenal sebagai penyedia Agentic Customer Engagement Platform (platform komunikasi dan pelibatan pelanggan berbasis kecerdasan buatan / AI).
(taufan sukma)