Technology

Karya Syntegra Indonesia Luncurkan Chatbot AI untuk Pemilik Usaha dan Profesional

Kurnia Nadya 01/11/2026 16:55 WIB

Dengan layanan ini, pelaku usaha tidak perlu membuka beberapa halaman untuk mengetahui data bisnisnya.

Karya Syntegra Indonesia Luncurkan Chatbot AI untuk Pemilik Usaha dan Profesional. (Foto: Syntegra)

IDXChannel—PT Karya Syntegra Indonesia meluncurkan chatbot artificial intelligence yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dalam menjalankan operasional bisnisnya. Layanan kecerdasan buatan ini dapat menampilkan data sesuai instruksi yang diberikan. 

Dengan layanan ini, pelaku usaha tidak perlu membuka beberapa halaman untuk mengetahui data bisnisnya. Informasi tentang omzet hari ini, produk terlaris, stok yang mulai menipis, dan pekerjaan yang belum diselesaikan tim dapat disampaikan dalam satu instruksi.  

Umumnya, data-data ini tersebar pada beberapa file atau aplikasi yang harus dibuka oleh pemilik usaha satu per satu. Saat ini, bisnis serba digital dan saling terhubung. Digitalisasi menghadirkan aplikasi untuk kasir, inventori, penjualan, pelayanan pelanggan, administrasi, dan manajemen tugas. 

Namun, semakin banyak aplikasi, semakin rumit operasional bisnis. Data masih tersebar, laporan harus dikumpulkan, dan pemilik usaha sering menjadi penghubung antarsistem. 

Dalam hal ini, pengguna Syntegra cukup memberikan instruksi “Nesia, bagaimana kondisi bisnis saya hari ini?”

Lalu, Nesia, asisten AI di platform Syntegra, membantu pengguna memperoleh informasi bisnis melalui percakapan, termasuk jawaban dalam bentuk suara, sekaligus menjalankan pekerjaan yang tersedia di sistem sesuai hak akses dan instruksi yang diberikan. 

“Kita sudah mendigitalisasi begitu banyak aktivitas bisnis. Tetapi sering kali pemilik usahanya justru menjadi orang yang paling sibuk menghubungkan semua aplikasi tersebut. Kami ingin mengubah keadaan itu,” kata CEO PT Karya Syntegra Indonesia, Harianto Tian (1/11/2026).

Menurut Harianto Tian, perkembangan AI membuka peluang agar teknologi memahami perintah dalam bahasa sehari-hari. Pemilik usaha tidak selalu harus mengingat menu, berpindah aplikasi, atau mengetik instruksi panjang untuk mengetahui situasi bisnis. 

Cukup foto, berbicara, lalu melihat hasilnya 

Salah satu kemampuan yang diperkenalkan Syntegra adalah interaksi multimodal: pengguna dapat berinteraksi melalui foto, teks, dan suara. Pada Syntegra AI POS, foto produk membantu pengisian data katalog sehingga proses input tidak harus seluruhnya diketik secara manual. 

Pemilik usaha dapat meminta informasi seperti “Berapa penjualan hari ini?”, “Produk apa yang paling laku?” atau “Stok mana yang perlu diperhatikan?” lewat suara. Informasi dari sistem kemudian dapat disajikan sebagai laporan visual dan respons suara dari Nesia. 

Melalui modul pekerjaan dan administrasi seperti Syntegra Desk, pengguna dapat memberi instruksi untuk menyiapkan dokumen bisnis, mencatat tugas, mengatur tindak lanjut, atau merangkum rapat. 

Sementara itu, Syntegra Chatbot CRM mendukung percakapan dengan pelanggan, pencatatan prospek, dan pengelolaan tindak lanjut penjualan. Ketersediaan serta tingkat integrasi mengikuti modul, paket, dan cakupan implementasi. 

Sebagai AI yang bergerak dari jawaban ke tindakan, Syntegra mengusung pendekatan ASK. DO. DELIVER. ASK berarti pengguna bertanya atau memberi perintah secara alami. DO berarti sistem membantu melaksanakan pekerjaan yang diizinkan. DELIVER berarti hasil dan status pekerjaan dapat dilihat, diperiksa, dan ditindaklanjuti. 

Dalam demonstrasi peluncuran, Syntegra memperlihatkan bagaimana percakapan dengan Nesia dapat digunakan untuk mengakses informasi penjualan dan prospek, menyiapkan tindak lanjut, serta menampilkan bukti pekerjaan di sistem. Tindakan yang membutuhkan persetujuan tetap berada dalam kendali pengguna. 

“Kalau AI hanya bisa menjawab, ia baru menjadi teman bicara. Namun, ketika AI bisa membantu mengerjakan pekerjaan dan menunjukkan hasilnya, di situlah perubahan cara berbisnis benar-benar dimulai.” jelas Harianto.

Menjawab momentum AI di Indonesia dan Asia Tenggara, peluncuran chatbot AI ini berlangsung ketika pemanfaatan kecerdasan buatan meningkat pesat. 

Laporan e-Conomy SEA 2026 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, yang terbit pada 21 Oktober 2026, mencatat 243 juta pengguna AI generatif di Asia Tenggara, atau sekitar 58 persen dari populasi pekerja di kawasan. 

Momentum tersebut menegaskan peluang untuk membawa AI dari penggunaan sehari-hari menuju pekerjaan bisnis yang semakin konkret. 

Satu Pusat AI, Seluruh Bisnis Terintegrasi 

Syntegra ditujukan untuk profesional, UMKM, dan perusahaan yang ingin menyederhanakan operasional melalui AI yang praktis dan mudah digunakan. Platform ini dikembangkan secara bertahap untuk menyatukan data, aplikasi, dan proses kerja melalui pengalaman percakapan dengan Nesia. 

“Visi kami sederhana tetapi besar: Satu Pusat AI, Seluruh Bisnis Terintegrasi. Kami ingin pemilik usaha Indonesia memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir, mengambil keputusan, membangun tim, dan mengembangkan bisnisnya, sementara pekerjaan administratif semakin banyak dibantu oleh teknologi,” tutup Harianto. 


(Nadya Kurnia)

SHARE