Huawei Rilis Mate 90 di China, Perkenalkan Chip Baru di Tengah Tekanan AS
Pada varian tertingginya, Mate 90 Pro Max menggunakan prosesor Kirin 9050 Pro yang dikembangkan dengan teknik desain bernama LogicFolding.
IDXChannel—Huawei Technologies memperkenalkan seri Mate 90 di China dengan membawa pendekatan baru pada desain chip untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan perangkat.
Strategi tersebut ditempuh ketika perusahaan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi semikonduktor canggih akibat pembatasan Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters (1/10/2026), seri terbaru ini menjadi penerus Mate 80 yang diperkenalkan pada November 2025. Pada varian tertingginya, Mate 90 Pro Max menggunakan prosesor Kirin 9050 Pro yang dikembangkan dengan teknik desain bernama LogicFolding.
Teknik tersebut menyusun jalur internal chip dalam struktur tiga dimensi, alih-alih menggunakan pola dua dimensi seperti desain chip konvensional. Pendekatan ini memungkinkan komponen ditempatkan lebih rapat sehingga kapasitas pemrosesan dapat ditingkatkan.
Namun, desain tersebut juga membutuhkan lebih banyak wafer dalam proses produksinya. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Huawei di tengah terbatasnya kapasitas manufaktur semikonduktor canggih di China.
Kepala bisnis konsumen Huawei, Richard Yu, mengatakan keterbatasan pasokan chip masih menjadi persoalan bagi perusahaan. Kapasitas semikonduktor canggih di China juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan chip kecerdasan buatan (AI) Huawei.
"China masih memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk semikonduktor canggih, dan chip AI Ascend Huawei juga menggunakan kapasitas tersebut," ujar Yu menjelang peluncuran Mate 90.
Menurut dia, kapasitas produksi chip untuk smartphone juga masih terbatas. Kondisi tersebut terjadi ketika kenaikan harga perangkat telah berdampak pada volume pengiriman smartphone.
Perluas Penggunaan LogicFolding
Huawei berencana memperluas penggunaan teknologi LogicFolding pada perangkat smartphone generasi berikutnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mempertahankan peningkatan performa chip tanpa sepenuhnya bergantung pada teknologi manufaktur tercanggih yang aksesnya dibatasi oleh AS.
Huawei belum menyebutkan pihak yang memproduksi Kirin 9050 Pro. Namun, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), produsen chip terbesar China, secara luas diyakini memproduksi chip Kirin yang digunakan Huawei pada seri Mate serta prosesor AI Ascend.
Di sisi teknologi manufaktur, Yu menyebut industri semikonduktor China masih mengandalkan mesin litografi deep ultraviolet (DUV). Sementara teknologi extreme ultraviolet (EUV) masih menjadi kemampuan yang tengah dikembangkan produsen chip di negara tersebut.
Keterbatasan kapasitas juga terjadi pada chip AI Huawei. Chairman Huawei Eric Xu sebelumnya mengatakan pasokan chip Ascend 950 belum mampu memenuhi permintaan domestik karena kapasitas produksi yang terbatas.
Bawa Sistem Operasi Sendiri
Di sisi perangkat lunak, Huawei menggunakan HarmonyOS 7 pada seri Mate 90. Sistem operasi tersebut dikembangkan secara mandiri tanpa berbasis Android.
Huawei menyatakan HarmonyOS 7 kini mendukung lebih dari 450.000 aplikasi dan layanan. Pengembangan ekosistem perangkat lunak tersebut menjadi salah satu cara Huawei mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.
Di sisi lain, peluncuran Mate 90 berlangsung ketika industri smartphone China menghadapi peningkatan biaya komponen, terutama memori. Yu mengatakan kenaikan harga memori telah meningkatkan biaya setiap unit smartphone Huawei rata-rata sekitar USD200 dan memberikan tekanan terhadap margin perusahaan.
"Kami juga harus menaikkan harga, tetapi dengan laju yang lebih lambat," kata Yu.
Data International Data Corporation (IDC) menunjukkan pengiriman smartphone di China turun 7 persen secara tahunan sepanjang Januari-Agustus 2026. Berbeda dengan pasar secara keseluruhan, pengiriman Huawei di China meningkat 13 persen pada periode tersebut.
Pada kuartal II-2026, harga jual rata-rata smartphone di China naik 11,3 persen secara tahunan menjadi USD543. Sementara itu, harga rata-rata smartphone Huawei tercatat USD628 atau turun 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Persaingan Huawei dan Apple di Pasar Foldable
Huawei juga menghadapi persaingan yang semakin ketat di segmen ponsel lipat setelah Apple masuk melalui iPhone Duo pada September 2026.
Yu mengatakan Huawei saat ini menguasai sekitar 75 persen pasar smartphone lipat di China. Setelah peluncuran iPhone Duo, penjualan Pura X Max milik Huawei meningkat 76 persen secara mingguan pada 10-13 September.
Huawei mencatat pengiriman Pura X Max telah menembus lebih dari 1,2 juta unit di China sejak diperkenalkan pada April 2026.
Sementara itu, Counterpoint Research memperkirakan Apple akan mengirim sekitar 6 juta unit iPhone Duo sepanjang 2026. China diperkirakan menyumbang hampir seperempat dari total pengiriman tersebut, mengingat posisinya sebagai pasar smartphone lipat terbesar di dunia.
(Kidung Dhia)