Technology

DeepSeek Luncurkan Agen AI Open-Source untuk Saingi Claude Code Milik Anthropic

Wahyu Dwi Anggoro 02/11/2026 15:39 WIB

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, telah memperkenalkan agen pemrograman sumber terbuka (open-source) yang dirancang untuk beroperasi.

DeepSeek Luncurkan Agen AI Open-Source untuk Saingi Claude Code Milik Anthropic. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, telah memperkenalkan agen pemrograman sumber terbuka (open-source) yang dirancang untuk beroperasi.

Dilansir dari Investing pada Senin (2/11/2026), langkah ini meningkatkan persaingan dengan Claude Code dari Anthropic serta berbagai perangkat pemrograman berbasis AI lainnya yang berasal dari Amerika Serikat (AS)

Menurut pengumuman DeepSeek, purwarupa yang diberi nama Super-Agent ini mampu memantau percakapan kelompok di antara para pengembang perangkat lunak, mengidentifikasi masalah dalam kode, dan mengusulkan solusi tanpa harus menunggu instruksi langsung.

Berbeda dengan asisten pemrograman konvensional yang hanya merespons perintah, sistem baru ini dirancang untuk berpartisipasi secara proaktif dalam alur kerja pengembangan, sehingga mengurangi kebutuhan akan pengawasan terus-menerus dari manusia.

Perusahaan telah merilis purwarupa tersebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka, yang memungkinkan para pengembang untuk menelaah implementasinya serta bereksperimen dengan kemampuan yang dimilikinya.

Peluncuran ini menyusul keputusan DeepSeek awal tahun ini untuk membentuk tim khusus bernama Harness, yang berfokus pada pengembangan agen AI yang mampu bersaing dengan produk-produk dari laboratorium AI terkemuka di AS.

Anthropic telah menyediakan teknologi serupa melalui Claude Code, yang memungkinkan pemrogram untuk menyerahkan tugas penulisan kode dan pekerjaan pengembangan perangkat lunak lainnya kepada AI.

Rilis terbaru dari DeepSeek ini mencerminkan persaingan yang kian sengit antara perusahaan teknologi China dan AS dalam mengembangkan sistem AI yang semakin canggih namun tetap terjangkau.

Persaingan ini kini telah meluas, tidak lagi terbatas pada chatbot percakapan, melainkan merambah ke agen otonom yang dirancang untuk melakukan pekerjaan praktis bagi para insinyur perangkat lunak maupun pelaku bisnis. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE