Technology

China Targetkan Ekspor 12 Juta Mobil pada 2026, Naik 44 Persen

Wahyu Dwi Anggoro 01/10/2026 15:53 WIB

Produsen mobil terkemuka China, dari BYD hingga Chery, diperkirakan mengekspor 12 juta unit pada 2026.

China Targetkan Ekspor 12 Juta Mobil pada 2026, Naik 44 Persen. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Produsen mobil terkemuka China, dari BYD hingga Chery, diperkirakan mengekspor 12 juta unit pada 2026.

Dilansir dari SCMP pada Kamis (1/10/2026), target tersebut 44 persen lebih tinggi dari jumlah ekspor di tahun sebelumnya yang mencapai 8,3 juta mobil.

“Pasar domestik yang lesu telah mendorong upaya produsen mobil untuk meningkatkan ekspor,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA) Cui Dongshu.

“Ledakan ekspor dari Januari hingga Agustus melampaui ekspektasi kami dan kami melihat lonjakan penjualan yang besar di Uni Eropa dan Afrika," katanya.

Menurut data dari CPCA, ekspor kendaraan listrik (EV) buatan China melonjak 70 persen dari tahun lalu menjadi 3,46 juta unit selama delapan bulan pertama tahun ini.

Dalam delapan bulan pertama 2026, pengiriman kendaraan China di luar daratan China naik 51 persen dari tahun ke tahun menjadi 7,45 juta unit, data CPCA menunjukkan. 

BYD, pembuat mobil listrik terbesar di dunia, mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 85,7 persen dari tahun ke tahun pada periode Januari hingga Agustus, mencapai lebih dari 1,16 juta unit.

Pada awal tahun, perusahaan itu hanya menargetkan tingkat pertumbuhan 24 persen untuk bisnis internasionalnya pada 2026.

Sementara itu, Chery mengatakan ekspornya antara Januari dan Agustus melonjak 68,2 persen menjadi 1,34 juta kendaraan.  

Jika produsen mobil China mencapai penjualan tahunan di luar negeri sebanyak 12 juta kendaraan, itu akan berarti peningkatan hampir 12 kali lipat dari 1,08 juta unit yang tercatat pada 2020.

China telah menjadi pengekspor kendaraan terbesar di dunia sejak 2023 ketika melampaui Jepang dalam hal penjualan mobil di luar negeri.

Penjualan di luar negeri yang meningkat juga dapat menjadi penahan terhadap pasar domestik yang lemah, yang merosot 20 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini menjadi 11,7 juta unit.

Produsen mobil China biasanya menjual kendaraan dengan harga lebih tinggi di luar negeri. Mereka dapat menikmati margin laba bersih empat kali lebih tinggi daripada di dalam negeri.

Pada 1 September, Beijing untuk pertama kalinya menerbitkan pedoman yang mengatur operasi produsen mobil China di luar negeri, yang mengharuskan mereka untuk tidak menawarkan diskon besar di pasar luar negeri. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE