Technology

Beli Chip Nvidia untuk Pusat Data AI di Indonesia, Startup Australia Firmus Cari Dana Rp178 Triliun

Wahyu Dwi Anggoro 23/09/2026 18:32 WIB

Perusahaan startup kecerdasan buatan (AI) asal Australia, Firmus, sedang bernegosiasi dengan para pemberi pinjaman untuk kesepakatan pembiayaan senilai USD10 mi

Beli Chip Nvidia untuk Pusat Data AI di Indonesia, Startup Australia Firmus Cari Dana Rp178 Triliun. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Perusahaan startup kecerdasan buatan (AI) asal Australia, Firmus, sedang bernegosiasi dengan para pemberi pinjaman untuk kesepakatan pembiayaan senilai USD10 miliar (Rp178 triliun).

Menurut sejumlah sumber, dana tersebut akan digunakan untuk membeli chip Nvidia untuk pusat datanya di Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (23/9/2026), ini berpotensi menjadi salah satu kesepakatan infrastruktur AI terbesar di Asia.

Perusahaan tersebut berencana mengumpulkan sekitar USD7,5 miliar dalam bentuk utang, ditambah sekitar USD2,5 miliar dalam bentuk ekuitas, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

Pembicaraan ini berlangsung menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO) Firmus pada akhir Oktober yang berpotensi mengumpulkan dana hingga USD5 miliar, menjadikannya salah satu yang terbesar di Australia. 

Hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendanai pembelian unit pemrosesan grafis (GPU) untuk kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam yang sedang dikembangkan bersama DayOne Data Centers sebagai bagian dari kemitraan delapan tahun dengan Nvidia.

Firmus memulai bisnisnya sebagai operasi penambangan Bitcoin di Tasmania pada 2019. Menurut situs webnya, perusahaan tersebut kini memiliki tujuh fasilitas AI di Australia, Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Awal bulan ini, perusahaan tersebut mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan OpenAI, dengan mengalokasikan sebagian kapasitas komputasi dari dua lokasi di Malaysia untuk perusahaan AS tersebut.

(Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE