SYARIAH

Kemenperin Dorong Produk Halal Indonesia Penuhi Standar Internasional

Tangguh Yudha 21/09/2026 00:03 WIB

Kemenperin mendorong produk halal Indonesia untuk semakin mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global.

Kemenperin Dorong Produk Halal Indonesia Penuhi Standar Internasional. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong produk halal Indonesia untuk semakin mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri halal nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Untuk mewujudkan peluang tersebut, industri halal nasional perlu terus meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, industri halal nasional harus semakin produktif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan dan standar pasar global,” ucap Menperin dikutip Minggu (20/9/2026).

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto mengatakan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi halal perlu berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri.

Menurutnya, produk nasional tidak cukup hanya memiliki kandungan lokal yang kuat, tetapi juga harus memenuhi standar serta kebutuhan konsumen, sehingga peluang pasar dapat diperluas, mulai dari pengadaan pemerintah, pasar domestik, hingga pasar global.

"Sinergi antara pemenuhan TKDN dan sertifikasi halal menjadi penting untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri. Produk kita tidak hanya perlu memiliki kandungan lokal yang kuat, tetapi juga harus mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen," katanya.

Eko menambahkan, penguatan industri halal harus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, asosiasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

“Pelaku industri harus naik kelas, pasar semakin luas, kemitraan bertambah, dan produk halal Indonesia semakin dikenal serta kompetitif di tingkat global. Dengan ekosistem yang semakin kuat, kita optimistis industri halal dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan industri nasional,” kata Eko. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE