Trump Tawarkan Posisi Sekretaris Pers Gedung Putih ke Sejumlah Atlet Bela Diri dari UFC
Presiden AS Donald Trump secara terbuka menawarkan posisi sekretaris pers Gedung Putih kepada eksekutif Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White.
IDXChannel - Presiden AS Donald Trump secara terbuka menawarkan posisi sekretaris pers Gedung Putih kepada eksekutif Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White.
Dilansir dari laman Investing Minggu (8/11/2026), elalui platform Truth Social miliknya, Trump melangkahi jalur kepegawaian untuk mengumumkan perombakan mendadak di bidang komunikasi.
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Dana White yang hebat (seorang petarung dan pejuang yang tangguh) telah ditawari posisi sebagai Sekretaris Pers Amerika Serikat," tulis Trump, seraya menutup pengumuman tersebut dengan permohonan langsung: "Dana, tolong terima pekerjaan ini!"
Sebagai bagian dari tawaran terbuka itu, Trump meminta White untuk membawa sejumlah atlet seni bela diri campuran (MMA) ternama ke dalam pemerintahannya guna menjabat sebagai asisten komunikasi.
Sang presiden secara khusus menyebut nama-nama juara UFC, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, yakni Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje, Daniel Cormier, Amanda Nunes, dan Kayla Harrison.
Menyadari bahwa beberapa petarung yang ia minta merupakan warga negara asing, Trump menulis bahwa kehadiran mereka di cabang eksekutif diperlukan untuk "membela kita dari kelompok Kiri yang gila."
Trump juga menjanjikan kepada para pendukungnya bahwa White akan menjadi "Sekretaris Pers yang tiada duanya."
Upaya untuk merangkul White secara terbuka ini dilakukan setelah Trump secara mendadak memecat sekretaris pers sebelumnya, Katie Zacharia, pada 16 Oktober. Pemberhentian yang dilakukan tanpa seremoni tersebut tercatat sebagai salah satu masa jabatan tersingkat bagi seorang pejabat komunikasi senior dalam sejarah kepresidenan modern.
Zacharia ditunjuk untuk menempati posisi tersebut pada 9 Oktober 2026 dan secara resmi mulai bekerja pada 12 Oktober. Ia sempat mengadakan konferensi pers pertamanya (sekaligus satu-satunya) yang hanya berlangsung selama 14 menit pada 13 Oktober, sebelum akhirnya diberhentikan tiga hari kemudian.
Kepala Staf Baru
Trump melakukan perombakan besar-besaran menyusul kekalahan telak dalam pemilihan paruh waktu, dengan menunjuk Stephen Miller.(tokoh perancang kebijakan imigrasi) sebagai Kepala Staf Gedung Putih.
Dalam perombakan staf besar-besaran pertamanya sejak Partai Demokrat meraih kemenangan telak di Kongres, Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Miller akan menggantikan Kepala Staf saat ini, Susie Wiles, mulai Senin, 9 November 2026.
Trump menulis bahwa Wiles akan beralih ke "Operasi Politik Trump" (Trump Political Operation) dan menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya.
(kunthi fahmar sandy)