News

Tangani Karhutla di Enam Provinsi, Prabowo Prioritaskan Taman Nasional Tanjung Puting

Riyan Rizki Roshali 12/10/2026 21:05 WIB

Prabowo memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng.

Tangani Karhutla di Enam Provinsi, Prabowo Prioritaskan Taman Nasional Tanjung Puting. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus pemerintah adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah yang menjadi habitat satwa harus dilindungi.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman usai mengikuti rapat terbatas dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

"Dari Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah itu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dudung mengungkapkan pemadaman karhutla dilakukan melalui operasi udara dan darat. Namun, pelaksanaan operasi udara menghadapi kendala akibat kepulan asap yang terlalu tebal sehingga menyulitkan helikopter menjangkau titik-titik kebakaran.

"Kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat. Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi darat tetap dilakukan meskipun sejumlah lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan maupun alat berat. Kondisi geografis dan keberadaan satwa liar di kawasan tertentu juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

Ia mencontohkan kondisi di Kalimantan Tengah, khususnya kawasan yang menjadi habitat satwa liar. Karena itu, penanganan kebakaran di wilayah tersebut perlu mempertimbangkan keselamatan petugas sekaligus perlindungan ekosistem.

"Operasi daratnya begini, operasi darat itu, ya pemadaman dari darat artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau. Tadi laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah, karena di situ ada satwanya, kemudian juga ya itu ada buaya, masih ada harimau, jadi itu sulit ya untuk dilakukan," ungkap Dudung.

Terkait perkembangan penanganan, ia menyebut pemerintah terus mengupayakan pemadaman sekaligus mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas.

"Per hari itu hanya sekitar 692 hektare dan ini terus diupayakan termasuk upaya-upaya operasi mitigasi termasuk cuaca juga dikendalikan oleh BMKG dan mudah-mudahan ini akan cepat teratasi," tuturnya.

Dudung menegaskan, Presiden mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari prajurit TNI dan Polri hingga unsur lainnya. Pemerintah juga mengupayakan penanganan secara maksimal agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Intinya adalah beliau sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman," imbuhnya.

Presiden, lanjut dia, meminta untuk pemerintah daerah terus mengampanyekan secara masif pencegahan karhutla.

“Beliau juga menyampaikan untuk kampanye yang masih tentang pencegahan karhutla ini. Sehingga tadi juga dihadiri oleh para gubernur di 6 daerah, kemudian Pangdam, Kapolda, BMKG dan BNPB,” kata dia. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE