News

Punya Riwayat Kanker dalam Keluarga? Dokter Ingatkan Jangan Asal Tes Genetik

Mei Sada 29/10/2026 10:22 WIB

Riwayat kanker dalam keluarga tidak otomatis berarti seseorang harus menjalani tes genetik. 

Punya Riwayat Kanker dalam Keluarga? Dokter Ingatkan Jangan Asal Tes Genetik. (Foto: Parkway cancer centre)

IDXChannel—Riwayat kanker dalam keluarga bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk mengenali risiko kanker payudara. Namun, sebelum memutuskan menjalani tes genetik, ada hal penting yang perlu dipahami.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM menjelaskan, salah satu faktor genetik yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker ovarium adalah mutasi pada gen BRCA. 

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi tersebut, pemeriksaan genetik dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan riwayat kesehatannya. Menurut dia, riwayat kanker pada keluarga, terutama pada generasi di atas seseorang, dapat menjadi pertimbangan untuk menilai apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Namun, dr Jeffry mengingatkan bahwa tes genetik sebaiknya tidak dilakukan sekadar karena penasaran. Seseorang perlu memahami tujuan pemeriksaan sekaligus kemungkinan konsekuensi dari hasil yang diperoleh.

Menurutnya, pasien harus siap menerima hasil jika terdeteksi ada sel kanker ataupun tidak.

“Kalau memang kita siap, boleh. Tapi kalau enggak siap, lebih baik jangan iseng-iseng berhadiah. Bahaya,” ujar Jeffry.

Dokter Jeffry juga menjelaskan bahwa hasil tes genetik perlu dipahami secara tepat. Ditemukannya mutasi yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker tidak berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tersebut.

Selain itu, hasil tes genetik negatif tidak serta-merta menjamin seseorang bebas dari kanker. Ia mencontohkan pengalamannya melihat orang yang tidak memiliki mutasi, tetapi tetap terkena kanker.

Karena itu, pemeriksaan genetik perlu dilakukan dengan pendampingan tenaga medis yang dapat menjelaskan manfaat, keterbatasan, dan tindak lanjut berdasarkan hasil tes.

“Yang penting edukasi, yang penting konsultasikan dululah kalau pemeriksaan-pemeriksaan,” ujar dokter bedah onkologi yang turut menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.

Untuk itu, kapan harus melakukan tes genetik? Riwayat kanker dalam keluarga tidak otomatis berarti seseorang harus menjalani tes genetik. 

Dokter Jeffry menjelaskan, pemeriksaan dapat dipertimbangkan melalui konsultasi dengan dokter. Terutama jika terdapat pola kanker tertentu dalam keluarga yang mengarah pada kemungkinan faktor keturunan.

Konsultasi membantu dokter menilai riwayat kesehatan keluarga dan menentukan apakah pemeriksaan genetik relevan untuk dilakukan. Jika tes diperlukan, pasien juga dapat memperoleh penjelasan mengenai arti hasil positif, negatif, maupun hasil yang belum memberikan kesimpulan pasti.

Dengan memahami informasi tersebut sejak awal, pasien diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih terarah dan tidak diliputi kecemasan akibat hasil pemeriksaan yang belum dipahami sepenuhnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE