News

Prabowo Sebut PT Timah Dulu Sering Rugi, Kini Keuntungan Naik 900 Persen

Binti Mufarida 06/10/2026 19:01 WIB

Prabowo mengaku kaget saat baru pertama kali menjabat Presiden saat melihat data jumlah BUMN ada 1.074. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu banyak.

Prabowo Sebut PT Timah Dulu Sering Rugi, Kini Keuntungan Naik 900 Persen

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kinerja PT Timah Tbk mengalami peningkatan signifikan.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut disebut mampu mencatat kenaikan keuntungan hingga 900 persen dalam satu tahun, setelah sebelumnya kerap mengalami kerugian.

Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di acara penyerahan hasil penagihan denda administratif di bidang kehutanan sebesar di Rp13.241.335.681.910,13 di Kejaksaan Agung, Jakarta, oleh Satgas Penertiban Kawas Hutan (PKH), Selasa (6/10/2026).

“Saudara-saudara juga telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal, seluas 14 ribu (Ha). Tapi dari sekian ribu hektare itu ada ratusan tambang yang sudah kita kuasai," kata Prabowo.

"Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi, masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras PT Timah yang selama ini rugi, dalam 1 tahun keuntungannya naik 900 persen dalam 1 tahun,” lanjut Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku kaget saat baru pertama kali menjabat Presiden saat melihat data jumlah BUMN ada 1.074. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu banyak.

“Pemahaman saya BUMN itu hanya 300. Waktu saya jadi presiden saya ketemu BUMN itu 1.074. Sebagian besar rugi. Saudara-saudara, saya konsolidasikan BUMN itu dalam satu management. Satu management yaitu Danantara, Dana Kedaulatan Bangsa Indonesia. Singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya, energi. Anagata, masa depan. Nusantara, tanah air kita,” kata Prabowo.

“Artinya Danantara ini adalah dana yang merupakan kekuatan energi untuk masa depan bangsa Indonesia. Untuk anak dan cucu kita. Kekayaan kita banyak, sumber alam kita banyak. Kewajiban kita adalah menjaga dan mengelolanya. Dan ini ujung tombaknya adalah Satgas PKH,” lanjutnya.

Prabowo pun menegaskan pemerintah ingin menutup BUMN yang mengalami kerugian agar tidak terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini hasil kerja keras Satgas PKH. Dan lembaga-lembaga lain juga kerja keras. Saya pantau Bea Cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan peristiwa penyelundupan yang nilainya juga triliunan,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE