News

Prabowo Akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi Hari Ini

Riyan Rizki Roshali 13/08/2026 08:51 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto bakal meresmikan 895 jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polri hari ini.

Prabowo Akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi Hari Ini (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden RI, Prabowo Subianto bakal meresmikan 895 jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polri hari ini. 

Peresmian itu akan dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten.

“Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Pras menyebutkan, peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa. 

“Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga akan menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah,” ujar dia.

Pras menjelaskan, program jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri untuk membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. 

“Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda, dengan total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat,” tuturnya.

“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” kata dia.

Pemerintah mengapresiasi Jembatan Merah Putih Presisi sebagai bentuk gotong royong pembangunan yang diinisiasi Polri dan dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, yayasan, relawan, teknisi, dan masyarakat. 

Dengan adanya jembatan yang aman dan layak, diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Program ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan secara kolaboratif untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” kata dia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE