News

Percepat Penanganan Karhutla, Mensesneg: Pakai Dry Ice untuk Memecah Asap

Binti Mufarida 20/10/2026 13:46 WIB

Sejumlah langkah dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Percepat Penanganan Karhutla, Mensesneg: Pakai Dry Ice untuk Memecah Asap (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah langkah dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Prasetyo mengatakan bahwa upaya yang dilakukan di antaranya menggunakan metode dry ice untuk memecah asap karhutla. Selain itu, mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan Natrium Klorida (NaCl).

“Sekarang kita coba pake dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan, baru dihantam pake OMC NaCl,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).

Lebih lanjut, Prasetyo pun mengingatkan bahwa dari hasil OMC yang dikombinasikan dengan metode dry ice berhasil menurunkan hujan di sejumlah daerah terdampak karhutla. “Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan,” ujar Prasetyo.

Dia mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya agar karhutla segera teratasi. “Sejujurnya kita ini inginnya ya cepet selesai itu karhutla, siang malam selain ikhtiar ya berdoa mohon bisa segera turun hujan alami,” katanya.

Pada kesempatan itu, Prasetyo juga membeberkan update penanganan karhutla dengan OMC hingga hari ini, Selasa (20/10/2026), pukul 06.00 WIB:

1. Sumatera Selatan

Sejak 16 Oktober sebanyak 8 sorti dengan bahan semai 1.600 kg NaCl dan 4.000 kg bahan semai dry ice. Untuk Sumsel, selain dari Posko Palembang, OMC dry ice ini juga didukung dari Posko Lampung untuk antisipasi jika terjadi kendala visibility di Palembang.

Posko Lampung dengan dry ice dioperasikan pada tanggal 15 - 18 Oktober sebanyak 6 sorti dengan 4.800 kg dry ice. Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility.

2. Kalimantan Tengah

Sejak 26 Agustus sebanyak 48 sorti dengan 43.800kg bahan semai NaCl. Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 67,45 jt m3. Terdapat juga Posko bantuan dari Kalsel karena kendala visibility di Kalteng yang mulai dilaksanakan pada 18 Oktober sebanyak 2 sorti dengan 800 kg dry ice dan 800 kg NaCl.

Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kab. Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

3. Kalimantan Selatan

Sejak 10 Oktober sebanyak 23 sorti dengan 23.000 kg bahan semai NaCl. Posko Kalimantan Selatan menggunakan 2 unit armada pesawat. Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC. Terdapat laporan hujan di wilayah Kab. Tabalong, Kab. Tapin dan Kab. Barito Kuala (Kalsel). 

4. Kalimantan Barat

Sejak 22 Agustus dilakukan sebanyak 107 sorti dengan 98.800 kg bahan semai NaCl. Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471,2 juta m3.

Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kab. Sanggau, Kab. Kubu Raya, Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab. Kayong Utara, Kab. Pontianak, Kab. Bengkayang, Kab. Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kab. Ketapang.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE